Jakarta - Program renovasi 10 ribu rumah tidak layak huni milik orang tua siswa Sekolah Rakyat mulai direalisasikan tahun ini. Salah satu daerah yang masuk tahap awal pelaksanaan ialah Kabupaten Tabanan, Bali, dengan 31 unit rumah yang ditargetkan mulai dibangun pada Juni 2026.
Program renovasi ini merupakan hasil kerja sama Kementerian Sosial (Kemensos) dan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).
"Khusus untuk Tabanan, sementara yang bisa kita bantu adalah (renovasi) rumah orang tua siswa Sekolah Rakyat melalui kerja sama dengan Kementerian PKP," Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo dalam keterangan tertulis, Selasa (19/5/2026).
Hal itu disampaikan Agus saat menerima audiensi Wali Kota Baubau Yusran Fahim dan Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta Pusat.
Ia memastikan sebanyak 31 rumah orang tua siswa Sekolah Rakyat di Tabanan telah masuk program perbaikan rumah dan menyebut bahwa pemerintah akan memprioritaskan daerah yang dinilai serius mendukung program Sekolah Rakyat.
"Daerah-daerah yang effort-nya kuat itu harus menjadi prioritas. Baubau saya kira juga mewakili wilayah kepulauan di Sulawesi yang masih terbatas Sekolah Rakyatnya," katanya.
Agus Jabo menjelaskan, pemerintah saat ini tengah menyelesaikan pembangunan 93 dari total 104 Sekolah Rakyat permanen tahap kedua. Seluruh pembangunan ditargetkan rampung pada 20 Juni 2026 guna mendukung penerimaan siswa baru pada Juli mendatang.
"Kalau semua yang memenuhi syarat bisa masuk, tentu kita berharap semuanya dibangun. Presiden Prabowo ingin program ini cepat, terbaik, dan volumenya banyak," sambungnya.
Sebelumnya, Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga menyampaikan masih banyak warga di wilayahnya yang tinggal di rumah tidak layak huni dan berharap mendapat dukungan dari pemerintah pusat.
"Masyarakat kami masih banyak yang rumahnya tidak layak huni. Maka dari itu kami datang mengharapkan uluran tangan dari pemerintah pusat," tutur I Made Dirga.
Saat ini di Kabupaten Tabanan telah berdiri Sekolah Rakyat rintisan SRMP 17 Tabanan dengan 74 siswa yang berada di kompleks Sentra Mahatmiya Bali.
Selain membahas renovasi rumah di Tabanan, audiensi tersebut juga menyoroti percepatan pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Baubau, Sulawesi Tenggara. Pemerintah Kota Baubau disebut telah menyiapkan lahan seluas 7,9 hektare di Kelurahan Palabusa, Kecamatan Lea-Lea yang dinyatakan layak oleh Kementerian Pekerjaan Umum.
Wali Kota Baubau Yusran Fahim mengatakan seluruh persyaratan administrasi telah diselesaikan agar pembangunan Sekolah Rakyat dapat segera diproses.
"Kalau dicatatan KemenPU awalnya masih ada catatan soal sertifikat, tapi sekarang sudah dipisahkan dan sudah clear," terangnya.
Sementara itu, Sekretariat Bersama Sekolah Rakyat Jauhari menjelaskan bahwa Baubau telah masuk daftar pembangunan Sekolah Rakyat permanen tahap ketiga dan tinggal menunggu penetapan lebih lanjut dari Menteri Sosial.
"Baubau sudah masuk tahap tiga. Semuanya sudah clear dan kriterianya sudah memenuhi," tutupnya.
Sebagai informasi, audiensi tersebut turut dihadiri oleh Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Supomo, Sekretariat Bersama Sekolah Rakyat Jauhari, jajaran Tenaga Ahli Menteri, Staf Khusus Wali Kota Baubau Ilham Salam, serta Kabag Protokol Kota Baubau Muh. Amy Chandra.
(prf/ega)


















































