Bareskrim Tegaskan Komitmen Tanpa Kompromi, Pastikan Tindak Oknum Terlibat Narkoba

5 hours ago 3

Jakarta -

Bareskrim Polri terus membuktikan komitmen tanpa kompromi dalam upaya memberantas narkoba tanpa pandang bulu. Tak terkecuali yang melibatkan oknum di lingkup internal kepolisian.

Kabareskrim Polri Komjen Syahardiantono menegaskan komitmen pimpinan Polri tidak akan pernah ragu untuk menindak tegas anggota yang terlibat dalam perkara tindak pidana narkoba.

"Perintah Kapolri sangat jelas dan tegas, jika ada anggota yang berani bermain-main dengan narkoba akan ditindak tegas," ujar Syahardiantono, Selasa (19/5/2026).

Sementara itu, Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso mengatakan penindakan terhadap sejumlah oknum polisi yang terlibat narkoba adalah bukti keseriusan Polri dalam melakukan penegakan hukum tanpa pandang bulu.

"Tidak ada yang kebal hukum, semua sama di hadapan hukum," tegasnya.

Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri memastikan bahwa proses hukum bagi para oknum polisi di Kutai Barat, Kutai Kartanegara, dan Samarinda ini akan berjalan secara paralel menggunakan dua instrumen hukum yang sangat berat. Mereka yang terbukti terlibat dalam kasus narkoba akan dikenai sanksi secara kode etik profesi.

"Sanksinya sudah jelas, yang terbukti terlibat narkoba akan di-PTDH," ujarnya.

Lebih lanjut, Brigjen Eko Hadi memastikan penyidikan kasus terhadap para oknum polisi tersebut berjalan profesional dan transparan. Ia juga memastikan para oknum yang terlibat yang kini ditahan mendapatkan perlakuan sama dengan para tahanan lainnya.

"Saya pastikan prosesnya transparan. Kami terapkan sanksi ganda. Setelah PTDH, mereka harus menghadapi peradilan umum sebagai warga sipil biasa. Tidak ada fasilitas khusus, justru status mereka sebagai mantan aparat akan menjadi faktor pemberat di pengadilan," tegasnya.

Lebih lanjut, Eko Hadi menyampaikan bahwa langkah tegas ini merupakan wujud kehadiran Polri sebagai penegak hukum. Upaya ini juga dilakukan untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap institusi.

"Pembersihan internal ini adalah modal utama kami untuk mendapatkan kembali kepercayaan penuh dari masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa personel yang turun ke lapangan melakukan penangkapan adalah mereka yang benar-benar bersih dan berintegritas," pungkasnya.

(mea/dhn)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |