Perselisihan penulis buku bernama Ahmad Bahar dengan anggota organisasi kemasyarakatan (ormas) GRIB Jaya telah diselesaikan secara kekeluargaan. Rumah Ahmad Bahar di Kota Depok, Jawa Barat (Jabar), sempat didatangi sejumlah anggota GRIB Jaya.
Rumah Ahmad Bahar di Cimanggis, Depok, pertama kali didatangi anggota GRIB Jaya pada Jumat (15/5). Saat itu anggota GRIB Jaya yang datang ke rumah Ahmad Bahar telah diberi penjelasan.
Perselisihan itu diduga dipicu nomor handphone (HP) Ahmad Bahar dan putrinya yang diretas. Setelah diretas, nomor itu dipakai orang yang tak diketahui untuk mengirimkan pesan bernada ancaman kepada Ketua Umum GRIB Jaya, Rosario de Marshall alias Hercules, dan istrinya.
Selain itu, beredar juga video-video yang mencatut Ahmad Bahar dan beredar di media sosial (medsos). Video tersebut juga diduga menyinggung pihak Hercules. Anggota GRIB Jaya kemudian datang lagi ke rumah Ahmad Bahar pada Minggu (17/5). Diduga mereka ingin agar Ahmad Bahar memberi penjelasan langsung kepada Hercules terkait dugaan peretasan nomor HP dan penyebaran video-video di medsos.
"HP saya dan HP anak saya di-hack, bahasa lainnya dikloning. Sehingga ada video-video tertentu yang itu bukan punya saya. Itu barangkali yang menjadi sumber pemicu kesalahpahaman," kata Ahmad Bahar dalam video yang dilihat detikcom, Selasa (19/5/2026).
Video itu dibuat Ahmad Bahar bersama pihak GRIB Jaya pada Senin (18/5). Ahmad Bahar mengatakan dirinya memang kerap mengomentari sebuah berita dan mengunggah video di TikTok. Dia menduga ada yang salah paham dengan video yang dibuatnya.
"Jadi intinya, saya memang TikToker, saya penulis buku, dan biasa melakukan hal-hal yang berkaitan dengan mengomentari berita. Kebetulan ada berita Pak Amien Rais dan Pak Hercules, saya komentari, tapi barangkali ada yang salah paham," kata dia.
Dia menduga ada pihak yang menduplikasi video yang dibuatnya. Dia mengaku tak bermaksud mengejek Hercules.
"Misalnya, mohon maaf, bahasa Bung Hercules saya tirukan, jadi kelihatannya seperti mengejek. Padahal ya kalau di dunia TikTok hal itu biasa saja. Tapi sekali lagi, saya yang bermain di dunia media sosial, saya memohon maaf jika ada yang menduplikasi kemudian larinya ke mana-mana," kata dia.
Ahmad Bahar juga menyampaikan permintaan maaf kepada pihak Hercules dan istri. Dia mengatakan ada yang salah paham atas komentarnya terhadap berita.
"Sebagai manusia biasa, saya meminta maaf kepada pimpinan GRIB Jaya, yaitu Pak Haji Hercules, kemudian juga kepada istri beliau, dan kemudian kepada pengurus GRIB, baik DPP DKI maupun yang lainnya," ujar dia.
Tanggapan GRIB Jaya
Wakil Ketua Badan Hukum dan Advokasi DPP GRIB Jaya, Wilson Colling, menyatakan kasus sudah ditutup. Dia mengatakan Hercules mengarahkan mereka untuk menempuh jalur damai.
"Terjadi kesepakatan untuk melakukan musyawarah mufakat, kekeluargaan. Sebenarnya kami dari Divisi Hukum, ketika kami menelaah, kami ingin mengambil tindakan hukum. Tapi kebijakan Ketum Hercules Rosario mengatakan jika lebih baik, alangkah eloknya melakukan permintaan maaf saja daripada kita beperkara," kata Wilson dalam video yang sama.
Dia mengatakan kedua belah pihak sepakat untuk mengakhiri polemik. Dia juga menjelaskan soal anak Ahmad Bahar yang sempat dibawa dari rumahnya.
"Semalam memang anaknya Pak Ahmad ada di kantor, tapi sesungguhnya itu hanya untuk klarifikasi. Ketua Umum menunggu ayahnya tapi sampai selesai ayahnya tidak datang, akhirnya kita jumpa di Polres Depok," katanya.
"Kami sama-sama sepakat untuk mengakhiri kegaduhan dan polemik ini secara kekeluargaan dan ke depan tak ada lagi masalah lagi," tambahnya.
Lihat juga Video: Anggotanya Ganggu Proyek Nasional di Gorontalo, GRIB Jaya Minta Maaf
(jbr/dhn)


















































