Jelang Tahun Ajaran Baru, Mensos Perkuat Tata Kelola Sekolah Rakyat

4 hours ago 3

Jakarta - Menteri Sosial Saifullah Yusuf menekankan penguatan tata Kelola penyelenggaraan Sekolah Rakyat, mulai sarana prasarana, SDM, keuangan hingga pembelajaran disiplin menjelang dimulainya Tahun Ajaran 2026/2027.

Pernyataan tersebut disampaikan saat memimpin rapat koordinasi bersama kepala Sekolah Rakyat secara daring di Ruang Rapat Mensos, Kantor Kemensos, Jakarta Pusat, hari ini.

"Pertemuan kita ini guna melakukan koordinasi menyamakan persepsi tentang beberapa hal yang perlu untuk kita tindaklanjuti dalam hari-hari ke depan berkaitan dengan Penyelenggaraan Sekolah Rakyat tahun 2026-2027," kata Gus Ipul dalam keterangan tertulis, Selasa (19/5/2026).

Gus Ipul meminta seluruh jajaran Sekolah Rakyat memperkuat tata kelola sarana dan prasarana yakni menjaga sarana dan prasarana, kebersihan serta ketertiban.

"Bagaimana kita menjaga merawat memastikan bahwa yang sudah dibangun ini benar-benar bisa memotivasi memberikan semangat mendorong kita untuk bekerja lebih optimal. Semuanya harus rapi dan tertib maka penguatan kedisiplinan guru dan anak-anak bisa terus kita mulai rancang," ujar Gus Ipul.

Dia juga mendorong setiap sudut lahan di Sekolah Rakyat dapat dimanfaatkan secara produktif, mulai dari kebun sayur sederhana, peternakan hingga kebutuhan lain yang disesuaikan dengan kondisi setempat.

Tata kelola Manajemen SDM harus proporsional dalam pembagian perannya. Sekolah berbasis boarding school yang berlangsung selama 24 jam. Menurutnya, standar dan kedisiplinannya serta SOP harus optimal mulai dari Kepala Sekolah hingga Cleaning Service.

"Bagaimana seluruh pengelolaan di sana itu SDM-nya itu SDM yang siap lahir batin karena tukang kebun pun di sana menjadi kompas moral buat anak-anak," jelas Gus Ipul.

Dia juga mengingatkan pentingnya tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel. Ke depan, Sekolah Rakyat akan menjadi satuan kerja tersendiri yang memiliki kewenangan mengelola anggaran secara mandiri.

"Kita akan berikan tanggung jawab besar kepada kepala sekolah dan jajarannya bisa mengelola uang sendiri jadi tidak terpusat lagi beli seragam, beli sepatu beli ini, semua sudah didesentralisasi tapi dengan pengawasan yang baik," ujarnya.

Pada aspek tata kelola pembelajaran, Gus Ipul menilai pengelolaan Sekolah Rakyat akan semakin kompleks karena tidak hanya mencakup kegiatan belajar mengajar, tetapi juga pembinaan siswa di asrama serta pengawasan selama 24 jam. Menurutnya, sistem boarding school menuntut pengawasan yang lebih menyeluruh agar proses pendidikan berjalan aman dan optimal.

"Kita akan melibatkan teknologi di sini, dimana dari Jakarta kita bisa melihat setiap sudut yang ada di sana dan sekali lagi para kepala sekolah, jika ada potensi penyimpangan seksual itu bisa kita mitigasi lebih cepat," ungkap Gus Ipul.

Gus Ipul meminta para kepala sekolah membangun keterlibatan dengan masyarakat sekitar dan pemerintah daerah agar Sekolah Rakyat dikenal serta tumbuh harmonis di tengah lingkungan masyarakat.

"Ajak warga sekitar mengenal Sekolah Rakyat, secara bergiliran undang, kelompok pemuda, kelompok perempuan, petani, dan orang tua siswa. Libatkan dalam acara Sekolah Rakyat," tutupnya.

Turut hadir dalam kesempatan itu, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Tenaga Ahli Mensos (TAM) Andy Kurniawan dan Budi Prasetyo. Hadir pula Kepala Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Pengembangan Profesi Afrizon Tanjung, Kepala Biro Umum Salahuddin Yahya, Kabid Penyelenggaraan Sekolah Rakyat Muji dan Kasubbag TU Direktorat RTS dan KPO Abdul Muhni Salam serta hadir secara daring ratusan Kepala Sekolah Rakyat, Wakil Kepala Sekolah bidang sarana prasarana, wali asrama, wali asuh, serta tenaga kependidikan. (akd/ega)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |