Jakarta - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menjelaskan kronologi kecelakaan KRL yang ditabrak Kereta Api Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi hingga menewaskan belasan orang. Menhub Dudy menyebutkan KRL sempat berhenti karena ada kerumunan warga.
Penjelasan ini dipaparkan oleh Dudy saat rapat kerja dengan Komisi V DPR di DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (21/5/2026). Ia menjelaskan awalnya ada insiden kecelakaan antara KA 5181B rute Cikarang-Jakarta dan taksi hijau yang mogok di tengah rel sekitar pukul 20.48 WIB.
"Sebuah taksi mogok di tengah rel. KA 5181B Cikarang-Jakarta pukul 20.48 melintas dan kemudian terjadi temperan dengan taksi tersebut," kata Dudy saat memaparkan kronologi kecelakaan.
Saat itu, menurut dia, timbul kerumunan warga yang menyaksikan kecelakaan tersebut. Lalu, sekitar pukul 20.49 WIB, KRL 5568A yang sudah terlambat 8 menit dari jadwal seharusnya, tiba di Stasiun Bekasi.
"Timbul kerumunan di mana warga melihat lokasi kecelakaan tersebut atau temperan tersebut. KA 5568A sudah terlambat 8 menit, diberangkatkan 20.45. 20.49 KA KRL Jakarta-Cikarang 5568A sampai atau tiba di Stasiun Bekasi Timur," ucap dia.
Dudy menjelaskan, saat itu KRL 5568A membunyikan klakson untuk segera bisa meninggalkan lokasi. Namun KRL tersebut tersendat oleh kerumunan warga.
"Ini ada KRL yang di belakang, Pak, di bel, ini adalah KA KRL 5568A tiba 20.49 di Stasiun Bekasi Timur sudah terlambat 9 menit. Kereta tersebut sempat berangkat, namun terhenti atau berhenti karena adanya kerumunan di depan untuk melihat kejadian temperan tersebut," ujar dia.
Selanjutnya, Kereta Api Argo Bromo Anggrek melintas di Stasiun Bekasi sekitar pukul 20.51 WIB. Kereta tersebut, menurut Dudy, tiba 3 menit lebih awal dari jadwal dengan kecepatan 108 km/jam.
Pada pukul 20.52 WIB, KA Argo Bromo menabrak KRL 5568A yang sempat tersendat oleh kerumunan warga. "Selanjutnya, Kereta Api Argo Bromo melintasi Stasiun Bekasi pukul 20.51, lebih awal 3 menit dari jadwal dengan kecepatan 108 km/jam. Tumburan terjadi pada jam 20.52," imbuh Dudy.
Dudy pun menegaskan pihaknya tetap akan menunggu hasil investigasi KNKT atas insiden kecelakaan kereta tersebut. Ia juga akan mendukung pelaksanaan KNKT secara independen.
"Selanjutnya, Kementerian Perhubungan menghormati proses investigasi yang saat ini masih berlangsung oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi atau KNKT, dan mendukung pelaksanaannya secara independen, profesional, serta transparan," tutur dia.
Saksikan Live DetikSore :
Tonton juga video "Menhub Pantau Langsung Uji Coba KRL Cikarang"
(maa/knv)


















































