Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) melakukan kunjungan ke Lapas Narkotika Jakarta. Di lapas ini, sejumlah warga binaan diberi pelatihan yang bersertifikasi agar keahliannya diakui dan diterima masyarakat saat bebas.
Kalapas Narkotika Jakarta Syarpani mengatakan pihaknya bekerja sama dengan sejumlah pihak yang mendukung program pembinaan dan pelatihan kerja bagi warga binaan. Warga binaan kemudian memperoleh sertifikasi, sehingga kompetensi mereka diakui masyarakat dan memiliki kemampuan wirausaha setelah bebas.
"Satu contoh kami kemarin bekerja sama dengan HIPMI dan Kadin, melakukan seminar kewirausahaan bagi warga binaan, karena saya sebagai Kalapas mempunyai slogan, 'Dari binaan menjadi entrepreneur'. Saya berharap narapidana yang dididik, dilatih, itu mempunyai kemampuan wirausaha setelah bebas," kata Syarpani, Kamis (20/1)5/2026).
"Jadi tidak hanya mempunyai keterampilan, tetapi mempunyai jaringan dengan direktur, oleh HIPMI Bank BRI bisa mengajukan kredit usaha rakyat, sehingga ketika bebas orang-orang yang sudah diberi pelatihan bersertifikasi ini mereka punya kemampuan," imbuhnya.
Syarpani mengatakan sekitar 160 warga binaan memperoleh sertifikasi dari pelatihan menjahit. Lapas kemudian bekerja sama dengan perusahaan tekstil atau garmen, dan memperkerjakan warga binaan yang bersertifikasi di dalam lapas. Produksi pakaian hasil jahitan warga binaan, dijual ke seluruh lapas dan rutan di Indonesia dan sejumlah toko retail.
"Jadi kami di garmen ini menerima pesanan baju koko, baju seragam pramuka, seragam bagi narapidana, lapas dan rutan seluruh Indonesia. Bahkan kemarin ada order dari Ramayana buat celana panjang ya. Jadi kami menerima orderan dan kami bisa menjahit seribu kaos setiap hari," kata Syarpani.
Kemenimipas melakukan kunjungan ke Lapas Narkotika Jakarta, Kamis (20/1)5/2026). Di lapas ini, sejumlah warga binaan diberi pelatihan yang bersertifikasi agar keahliannya diakui dan diterima masyarakat saat bebas. (Muchamad Sholihin/detikcom)
"Jadi ada juga pelatihan peternakan ayam, ada pembuatan roti juga, kami kerja sama dengan PT Cakrawala Langit Persada yang memproduksi roti, setiap harinya bagi lapas dan rutan di Jakarta, setiap hari didistribusikan melalui koperasi," imbuhnya.
detikcom berkesempatan mengunjungi lokasi pelatihan bagi warga binaan di Lapas Narkotika Jakarta. Salah satunya pelatihan menjahit. Sejumlah warga binaan tampak fokus menjahit di dalam ruangan khusus di dalam lapas.
Menggunakan mesin jahit listrik, mereka menyelesaikan pola yang sudah dibentuk hingga menjadi sebuah pakaian. Di dalam ruangan, tampak pelatih jahit memantau dan memastikan pekerjaan warga binaan dilakukan sesuai pola pakaian yang sudah dibentuk. Sedangkan di luar ruangan, petugas memantau dan memastikan aktivitas warga binaan tidak melanggar aturan.
Di luar ruangan, kandang ayam berisi 1.700 ayam petelur diurus oleh tiga warga binaan. Setiap hari, dari kandang ini menghasilkan sekitar 1.600 butir telur yang hasilnya dimanfaatkan untuk Lapas dan Rutan Narkotika Jakarta.
Di dalam gedung yang sama, sejumlah warga binaan tampak sedang membuat kerajinan tangan, berupa plakat kayu dihias ukiran. Di sudut ruangan juga tampak sejumlah pakaian jadi hasil jahitan warga binaan.
Kemenimipas melakukan kunjungan ke Lapas Narkotika Jakarta, Kamis (20/1)5/2026). Di lapas ini, sejumlah warga binaan diberi pelatihan yang bersertifikasi agar keahliannya diakui dan diterima masyarakat saat bebas. Foto: (Muchamad Sholihin/detikcom)
Sementara di bagian peternakan ayam petelur yang dikelola oleh warga binaan, mereka yang terpilih mengurus ayam dari mulai memberi makan, mengangkut telur, hingga menangani ayam yang sakit.
Warga binaan berinisial MT senang mendapat kesempatan mengikuti pelatihan mengurus ayam. Ia berharap dari ilmu yang didapat di dalam lapas, bisa bermanfaat ketika ia bebas setelah menjalani hukuman dan kembali ke masyarakat.
"Kenapa ikut pelatihan sampai ngurus ayam, karena sayanya yang pengen. Jadi rasanya kalau saya urus ayam ini, rasanya kaya saya yang punya sendiri. Jadi saya lebih seneng aja, semangat juga, kasih makan setiap hari, ada kenikmatan sendri," kata MT.
"Semoga dikemudian hari ketika saya bebas, saya menemukan orang yang mampu memberi saya kesempatan untuk dipercaya dalam mengurus budi daya ayam seperti ini," imbuhnya.
(sol/rfs)

















































