Jakarta -
TNI bersiap mengirimkan pasukan penjaga perdamaian ke Gaza, Palestina. Kementerian Luar Negeri menyebut pasukan itu akan fokus pada bantuan kemanusiaan, rekonstruksi dan menjaga gencatan senjata.
"Kalau untuk keterlibatan Indonesia sudah dijelaskan bahwa lebih fokus pada humanitarian (kemanusiaan), bantuan rekonstruksi, sama untuk mendukung gencatan senjata," kata Juru Bicara Kemlu, Vahd Nabyl Achmad Mulachela, di Jakarta Pusat, Selasa (10/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mengatakan RI memang bersiap mengirim pasukan. Namun, dia belum menjelaskan kapan pasukan tersebut akan dikirim ke Gaza.
"Kalau untuk proses persiapan, memang Indonesia melakukan persiapan tersebut. Mengenai timeline, ini belum ada yang definitif. Jumlah juga belum definitif," ujarnya.
"Ya memang ada reservasi-reservasi dari kita untuk tidak terlibat dalam yang tidak sejalan dengan garis kita. Jadi itu yang saat ini memang pembahasannya berlangsung," imbuhnya.
Sebelumnya, KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak menyatakan bahwa TNI AD telah mulai menyiapkan pasukan untuk misi perdamaian di Gaza. Persiapan dilakukan sambil menunggu hasil koordinasi resmi dari Mabes TNI terkait kebutuhan dan karakter personel yang akan ditugaskan.
"Ya, itu kan masih terus berjalan ya. Jadi kan kami menunggu dari hasil koordinasi yang mengoordinir di Gaza. Nanti ke Mabes TNI. Mabes TNI nanti ke Mabes AD memerlukan pasukan personel yang berkarakter apa. Ini kami siapkan. Ya, begitu," kata Maruli, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (9/2).
Terkait jumlah personel yang akan dikirimkan ke Gaza, Maruli menyampaikan bahwa angka tersebut masih bersifat perkiraan dan belum ada keputusan final. Hal itu masih menunggu hasil negosiasi dan koordinasi lanjutan di tingkat Mabes TNI.
"Ya, bisa satu brigade, 5.000-8.000 mungkin. Tapi masih bernego semua, belum, belum pasti. Jadi enggak ada, belum ada kepastian angka sampai sekarang," ujarnya.
Sementara itu, Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita menyebutkan pihak TNI masih menunggu keputusan Presiden. Menurut dia, personel TNI yang akan diberangkatkan berdasarkan punya pengalaman seperti pasukan perdamaian bentukan PBB.
"Saya kira kita udah punya pengalaman ya, ada UNIFIL yang pernah ke sana, satuan-satuan yang pernah dikirim ke sana, inilah nanti yang akan kita rekrut," kata Tandyo, di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/2).
(haf/haf)
















































