Badung - Heboh penemuan jasad terkubur berinisial DAD (25) di lahan kosong Banjar Cabe, Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal, Badung, Bali. Terungkap, korban dibunuh empat pelaku, yang kini telah ditangkap oleh Polres Badung.
Korban, yang merupakan karyawan tempat pencucian motor, dianiaya tewas. Jasadnya kemudian dimasukkan ke dalam karung dan dikubur di lahan kosong Jalan Antasura, Banjar Cabe, Desa Darmasaba.
"Para pelaku mengakui sudah merencanakan untuk melakukan pembunuhan terhadap korban serta mengambil barang-barang berharga milik korban untuk dijual. Rencananya, uang hasil penjualan barang-barang tersebut akan mereka bagi rata," kata Kapolres Badung AKBP Joseph Edward Purba saat merilis kasus tersebut di Mapolres Badung, dilansir detikBali, Rabu (20/5/2026).
Pengungkapan kasus bermula saat warga menemukan mayat membusuk pada Selasa (12/5/2026) sekitar pukul 16.00 Wita. Namun pembunuhan itu terjadi lebih dulu, yakni Kamis (7/5/2026) sekitar pukul 02.40 Wita.
"Lokasi eksekusinya di tempat pencucian motor tempat korban bekerja," ujar AKBP Joseph Edward Purba.
Tim Opsnal Satreskrim Polres Badung kemudian melakukan penyelidikan hingga akhirnya menangkap empat pelaku di Kabupaten Jember, Jawa Timur, dua hari lalu. Keempat pelaku berinisial DF (20) asal Lombok Timur, MKH (24) asal Jember, serta dua pelaku di bawah umur berinisial AFP (17) dan IPR (16) asal Jember.
"Para pelaku ini kami amankan di wilayah Jawa Timur, Kabupaten Jember, di dua tempat yang berbeda. Jadi satu tempat ada tiga orang pelaku dan satu tempat lainnya ada satu orang pelaku," jelas Kasat Reskrim Polres Badung AKP Azarul Ahmad.
Keempat tersangka ditangkap secara berurutan dalam waktu hampir bersamaan. Polisi terpaksa menembak kaki pelaku utama, DF, karena disebut melawan saat hendak diamankan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, motif pembunuhan diduga dendam pelaku DF, yang mengaku kerap diejek korban saat bekerja bersama di tempat pencucian motor. Selain sakit hati, para pelaku juga disebut ingin menguasai barang berharga milik korban, yang berasal dari Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.
"Selama bekerja berdampingan berdua di Mae Wash, pelaku utama ini sering di-bully dengan kata-kata yang tidak bagus, salah satunya dibilang mirip ras tertentu. Berdasarkan rasa dendam yang sudah lama itulah menjadi salah satu motif dia melakukan pembunuhan," ungkap AKP Azarul Ahmad.
Polisi menyebut, dari empat pelaku, hanya DF yang mengenal korban karena sama-sama bekerja di tempat cucian motor. Tiga pelaku lainnya merupakan teman satu kos DF di Kuta, Badung.
Korban Dianiaya hingga Digorok
Korban tewas setelah dikeroyok empat pelaku. Polisi mengungkap korban mengalami hantaman keras di kepala menggunakan botol kaca kosong dan kursi besi rusak. Korban juga dipukul dan ditendang hingga tersungkur.
Kondisi itu diperparah dengan luka tusuk di bagian punggung menggunakan pisau pemotong busa. Luka fatal terjadi saat pelaku utama menggorok leher korban berulang kali hingga korban dipastikan tewas di lokasi kejadian.
Setelah membunuh korban, para pelaku menjual sepeda motor korban seharga Rp 1,8 juta. Sementara itu, ponsel korban dibawa DF dan hasil penjualannya tidak dibagikan kepada dua pelaku yang masih di bawah umur.
Baca selengkapnya di sini
Tonton juga video "Lansia di Lampung Tewas Digorok Anaknya Sendiri, Leher Nyaris Putus"
(idh/dhn)


















































