Proses Hukum Lanjut Meski Abah Setu Minta Maaf, Polisi Panggil Pelapor

5 hours ago 4

Bekasi -

Polisi memastikan kasus pimpinan Majelis Dzikir Nurul Hikam, Asep Setiawan alias Abah Setu, yang dinilai menghina Nabi Muhammad SAW berlanjut meski Abah Setu sudah menyampaikan permintaan maaf. Polisi berencana akan melakukan klarifikasi lanjutan terhadap pelapor.

"Sedang kami dalami terlebih dulu. Rencana selanjutnya kami akan laksanakan klarifikasi terhadap pelapor," kata Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi,AKBP Jerico Lavian Chandra saat dihubungi, Senin (14/9/2026).

Jerico mengatakan proses penyelidikan masih berlanjut, lantaran belum adanya pencabutan laporan . Pihak kepolisian masih melakukan pendalaman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sementara sedang kita dalami terkait permintaan maaf serta tanggapan dari warga. Untuk pencabutan belum ada. Sementara proses mediasi masih terus berjalan," ujarnya.

Video Abah Setu yang menyinggung soal Nabi Muhammad telah menimbulkan kegaduhan. Abah Setu lalu digeruduk massa pada Senin malam, 7 September 2026 buntut pernyataannya itu.

Klarifikasi Abah Setu

Pimpinan Majelis Dzikir Nurul Hikam, Asep Setiawan alias Abah Setu, memberikan klarifikasi terkait pernyataannya yang dinilai menghina Nabi Muhammad SAW. Abah Setu meminta maaf atas ucapannya yang telah menimbulkan kegaduhan tersebut.

Permintaan maaf Abah Setu ini disampaikan dalam proses mediasi dan klarifikasi yang turut dihadiri oleh MUI Kabupaten Bekasi, tokoh agama dan masyarakat, serta organisasi kemasyarakatan (ormas), di Mapolres Metro Bekasi, pada Kamis (10/9/2026).

Dalam pernyataannya itu, Abah Setu mengakui salah atas ucapannya yang telah menimbulkan kegaduhan serta menyinggung kaum Muslimin. Abah Setu juga menyampaikan permintaan maaf atas ucapannya itu.

"Sehubungan dengan beredarnya video yang menyinggung kaum Muslimin dan menghina Nabi Muhammad SAW, dengan ini saya menyatakan mengakui dan menyatakan salah atas kekeliruan tersebut bahwa video tersebut telah menyinggung dan menghina kaum Muslimin. Oleh karenanya, saya meminta maaf yang sebesar-besarnya," kata Abah Setu.

Pada kesempatan itu, Abah Setu juga menyampaikan akan menutup kegiatan di Majelis Dzikir Nurul Hikam yang ia pimpin, termasuk konten-kontennya di media sosial.

"Kedua, saya akan menutup kegiatan yang berkaitan dengan segala hal yang dapat menyinggung umat majelis taklim, konten medsos, pengajaran terselubung berpotensi menghina dan menyesatkan kaum Muslimin," ungkapnya.

Abah Setu juga menyampaikan akan bersikap kooperatif dan siap mempertanggungjawabkan segala perbuatannya sesuai aturan hukum yang berlaku.

"Ketiga, saya bersedia mempertanggungjawabkan sesuai hukum yang berlaku dan apabila saya mengulang hal yang sama atau sejenis di kemudian hari," ucapnya.

Ia juga berjanji akan menjaga harkat dan martabat Rasulullah SAW di manapun dan dalam keadaan apapun. "Yang kelima, saya akan senantiasa memperbaiki dan memvalidasi kebenaran dan kemuliaan Islam pada ulama yang soleh," imbuhnya.

"Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya dengan iktikad baik dan saya siap mempertanggungjawabkan sesuai hukum yang berlaku bahkan saya siap mempertanggungjawabkannya di hadapan Allah SWT," pungkasnya.

Saksikan Live DetikPagi:

(wnv/knv)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |