Jakarta -
Warga binaan atau narapidana (napi) di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Cipinang, Jakarta Timur (Jaktim), kini dilatih beternak ayam petelur. Jumlah ayam petelur yang disediakan pihak rutan mencapai 500 ekor.
Beternak ayam termasuk dalam program bimbingan kegiatan (bimgiat) rutan kepada tahanan. Selama berkegiatan di kendang, para napi didampingi dan diawasi petugas untuk menjaga kekondusifan.
Dikutip dari keterangan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), Selasa (1/9/2026), rutan memberikan para napi kesempatan belajar dari hulu ke hilir cara beternak ayam petelur. Dari memberi pakan, menjaga kebersihan kandang, memantau kondisi kesehatan ayam, hingga memanen telur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setiap kegiatan dilakukan dengan arahan pembina bimgiat untuk memastikan proses pemeliharaan berjalan dengan baik, sekaligus menjadi bagian dari pembelajaran bagi warga binaan," kata Kepala Rutan Kelas I Cipinang, I Gusti Lanang Agus Cahyana Putra.
"Keterlibatan langsung ini diharapkan dapat membentuk sikap disiplin, tanggung jawab, dan keterampilan kerja," sambung dia.
Gusti menerangkan ternak ayam petelur adalah salah satu wujud pihaknya berkomitmen menambah wawasan serta kemampuan napi. Jadi, ketika nanti sudah bebas, napi bisa mandiri.
Ia menyebut telur-telur yang dipanen digunakan untuk pemenuhan kebutuhan protein pada menu makanan napi. Dengan demikian, lanjut Gusti, tercipta ketahanan pangan di dalam rutan.
"Dengan pengelolaan yang dilakukan secara berkelanjutan dan berada dalam pengawasan pembina bimgiat, program ini diharapkan mampu memberikan manfaat dari dua sisi, yakni memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung proses pembinaan kemandirian," jelas Gusti.
Lihat juga Video 'Operasi Senyap di Rutan Surabaya: Cegah Penyelundupan Narkoba Masuk Sel':
(aud/yld)















































