Babak Belur! Harga Emas Ambruk 1% Gara Gara AS Banjir Lepangan Kerja

5 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas jatuh setelah data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) lebih kuat dari perkiraan. Data ini meningkatkan ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) dapat menaikkan suku bunga bahkan pada bulan ini sehingga mengurangi daya tarik emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil.

Merujuk Refinitiv, harga emas pada perdagangan terakhir pekan ini, Jumat (4/9/2026) ditutup di posisi US$ 4427,7 per troy ons. Harganya jatuh 1%.
Pelemahan ini memutus tren positif emas yang sebelumnya menguat ua hari beruntun dengan penguatan 3,3%.

Dalam sepekan , harga emas juga jatuh 0,56%. Artinya, harga emas sudah jatuh dua pekan beruntun.

Pertumbuhan lapangan kerja AS meningkat tajam pada Agustus, sementara tingkat pengangguran bertahan di 4,1%.

Ekonomi Amerika Serikat (AS) mencatat penambahan 162.000 lapangan kerja pada Agustus 2026, menjadi pertumbuhan pekerjaan terbesar dalam lima bulan terakhir.

Angka tersebut mengikuti kenaikan 23.000 pekerjaan pada Juli yang telah direvisi naik, sekaligus jauh di atas ekspektasi pasar yang hanya 56.000 pekerjaan.

Data tersebut menunjukkan pasar tenaga kerja masih cukup stabil dan membuat opsi kenaikan suku bunga The Fed pada bulan ini tetap terbuka.

"Emas mengalami penurunan tajam karena angka utama yang sangat kuat dan laporan secara keseluruhan yang solid membuat kenaikan suku bunga pada September jauh lebih mungkin terjadi, kecuali kita mendapatkan laporan CPI yang lemah," kata Tai Wong, analis independent, dikutip dari Refinitiv.

Harga kontrak berjangka suku bunga jangka pendek kini menunjukkan sekitar 65% peluang kenaikan suku bunga kebijakan AS dalam rapat The Fed pada 15-16 September, naik dari sekitar 55% sebelum laporan Biro Statistik Tenaga Kerja AS dirilis.

Perhatian pasar kini beralih ke data inflasi konsumen dan produsen AS yang akan dirilis pekan depan. Data tersebut dapat memberikan petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter The Fed.

"Laporan ketenagakerjaan terbaru ini muncul setelah pidato hawkish Ketua Warsh di Jackson Hole dan tampaknya semakin membuka peluang bagi The Fed untuk merealisasikan kecenderungan kenaikan suku bunganya, bahkan mungkin pada bulan ini," kata Han Tan, kepala analis pasar di Bybit.

"Dengan mandat menjaga stabilitas harga tetap menjadi perhatian utama para pembuat kebijakan, data CPI AS pekan depan masih dapat memicu pergerakan yang lebih besar pada logam mulia," tambah Han.

Sementara itu, dolar AS menguat tajam setelah laporan tersebut dirilis. Penguatan dolar membuat emas yang dihargai dalam dolar AS menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

(mae/mae)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |