Potret Pengantin Terobos Banjir Tinggi Rendam Gereja Demi Sah Menikah

5 hours ago 5

Pasangan di Filipina tetap menikah meski banjir setinggi pinggang menggenangi gereja. Gaun pengantin dipendekkan agar upacara tetap berlangsung.

Seorang pengantin wanita Filipina berjalan di lorong Paroki St. Yohanes Pembaptis di tengah banjir di Hagonoy, provinsi Bulacan, Filipina, 1 September 2026. (Ang Tinig - St. John the Baptist Parish Hagonoy/Handout via REUTERS)

Sepasang kekasih di Provinsi Bulacan, Filipina, tetap melangsungkan pernikahan mereka pada Selasa (1/9/2026), meski banjir setinggi paha orang dewasa menggenangi bagian dalam gereja tempat upacara digelar. (Ang Tinig - St. John the Baptist Parish Hagonoy/Handout via REUTERS)

Sepasang kekasih di Provinsi Bulacan, Filipina, tetap melangsungkan pernikahan mereka pada Selasa (1/9/2026), meski banjir setinggi pinggang menggenangi bagian dalam gereja tempat upacara digelar.

Pernikahan berlangsung di Paroki Santo Yohanes Pembaptis di Kota Hagonoy. Gereja tersebut terendam setelah hujan deras mengguyur wilayah itu selama beberapa hari. Pihak paroki sempat menyarankan pasangan tersebut menunda pernikahan, tetapi keduanya memilih tetap melanjutkan upacara karena alasan pribadi. (Tangkapan Layar Video Reuters/)

Seorang pengantin wanita Filipina berjalan di lorong Paroki St. Yohanes Pembaptis di tengah banjir di Hagonoy, provinsi Bulacan, Filipina, 1 September 2026.

Untuk memudahkan pergerakan di tengah genangan, pengantin wanita memodifikasi dan memendekkan gaun pengantinnya. Ia kemudian berjalan melintasi bagian gereja yang terendam banjir untuk menuju altar. (Ang Tinig - St. John the Baptist Parish Hagonoy/Handout via REUTERS)

Sepasang kekasih di Provinsi Bulacan, Filipina, tetap melangsungkan pernikahan mereka pada Selasa (1/9/2026), meski banjir setinggi pinggang menggenangi bagian dalam gereja tempat upacara digelar.

Kondisi semakin sulit setelah pemadaman listrik melanda wilayah tersebut. Pihak gereja pun menggunakan pengeras suara portabel sebagai sistem tata suara agar rangkaian upacara tetap dapat berlangsung. (Tangkapan Layar Video Reuters/)

Sepasang kekasih asal Filipina melangsungkan pernikahan di tengah genangan banjir di Paroki St. John the Baptist di Hagonoy, Provinsi Bulacan, Filipina, pada 1 September 2026.

Di tengah kepungan air, pasangan itu akhirnya mengucapkan janji pernikahan di hadapan altar. Keduanya kemudian dinyatakan resmi sebagai suami istri, menjadikan banjir yang menggenangi gereja tidak menghalangi hari pernikahan mereka. (Ang Tinig - St. John the Baptist Parish Hagonoy/Handout via REUTERS)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |