"NATO Versi Islam" Terbentuk, 3 Negara Sepakat Lakukan Hal Ini

4 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Turki, Pakistan, dan Arab Saudi sepakat memperkuat sekaligus melembagakan kerja sama pertahanan di antara ketiga negara. Kesepakatan tersebut dicapai dalam pertemuan pertama Komite Strategis Politik dan Pertahanan yang digelar di Istanbul, awal pekan ini.

Ketiga negara sepakat mengambil sejumlah langkah untuk semakin memperkuat kerja sama yang dijalankan berdasarkan Perjanjian Makkah untuk Pertahanan Bersama.

Dalam pernyataan bersama yang diterbitkan setelah pertemuan tersebut, Turki, Pakistan, dan Arab Saudi menegaskan komitmen untuk bekerja sama demi menciptakan perdamaian dan stabilitas yang berkelanjutan di kawasan.

"Bertindak dengan rasa kepemilikan regional, ketiga negara kembali menegaskan tekad untuk bekerja sama dalam kerangka Perjanjian Makkah guna mencapai perdamaian dan stabilitas berkelanjutan di kawasan mereka," demikian bunyi pernyataan bersama tersebut, seperti dilaporkan Anadolu Agency, dikutip Sabtu (5/9/2026).

Ketiga negara juga menyatakan akan terus mendukung berbagai upaya untuk meredakan ketegangan dan mendorong sikap menahan diri guna membantu penyelesaian berbagai krisis melalui jalur damai.

"Untuk mencapai tujuan tersebut, mereka akan terus mendukung upaya menuju de-eskalasi dan menahan diri untuk mendorong penyelesaian krisis secara damai," lanjut pernyataan itu.

Bentuk Sekretariat di Arab Saudi

Dalam kesepakatan terbaru, Turki, Pakistan, dan Arab Saudi akan melembagakan kerja sama pertahanan mereka dengan mekanisme yang dinilai dapat memperkuat solidaritas dan kredibilitas pertahanan bersama.

Ketiga negara menyatakan kerja sama tersebut akan diarahkan untuk meningkatkan kemampuan pencegahan dan pertahanan kolektif sekaligus mendukung berbagai upaya keamanan bersama di kawasan.

"Ketiga negara sepakat untuk semakin melembagakan kerja sama mereka dengan cara yang akan memperkuat solidaritas, memastikan kredibilitas dan efektivitas pencegahan serta pertahanan kolektif mereka, dan berkontribusi terhadap upaya regional serta keamanan kooperatif menuju perdamaian yang adil, inklusif, dan langgeng," demikian pernyataan tersebut.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, ketiganya sepakat membentuk sebuah sekretariat di Arab Saudi untuk mendukung pelaksanaan kerja sama berdasarkan Perjanjian Makkah.

"Sebuah Sekretariat, yang dipimpin oleh seorang Sekretaris Jenderal, akan dibentuk di Kerajaan Arab Saudi untuk mendukung pekerjaan mereka dalam kerangka Perjanjian Makkah," kata pernyataan bersama itu.

Sekretariat tersebut untuk tahap awal akan dipimpin oleh seorang sekretaris jenderal yang berasal dari Pakistan. Masa jabatan pejabat tersebut ditetapkan selama tiga tahun.

Perkuat Industri Pertahanan

Selain memperkuat koordinasi politik dan pertahanan, ketiga negara juga sepakat meningkatkan kemampuan pertahanan serta kekompakan angkatan bersenjata masing-masing melalui berbagai kegiatan bersama.

Kerja sama tersebut akan mencakup industri pertahanan, pengembangan teknologi, hingga produksi bersama.

"Melalui kegiatan bersama, mereka juga akan berupaya memperkuat kemampuan pertahanan dan kekompakan angkatan bersenjata mereka melalui kerja sama industri pertahanan yang kuat, pengembangan teknologi bersama, dan produksi bersama," kata pernyataan tersebut.

Ketiga negara menilai pelaksanaan Perjanjian Makkah secara terlembaga dan tegas dapat memberikan kontribusi penting terhadap keamanan kawasan.

Pertemuan di Istanbul tersebut dihadiri para menteri luar negeri dan menteri pertahanan, serta kepala angkatan bersenjata atau kepala staf umum dari Turki, Pakistan, dan Arab Saudi.

Pertemuan tersebut berlangsung dalam format Komite Strategis Politik dan Pertahanan yang dibentuk berdasarkan Perjanjian Makkah untuk Pertahanan Bersama.

(luc/luc) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |