Semarang -
Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho bersilaturahmi dengan perwakilan pengemudi ojek online (ojol) dari berbagai daerah di Nusantara dalam program 'Polantas Menyapa dan Melayani'. Forum itu pun diapresiasi ojol dan disebut sebagai bentuk pendekatan humanis Polri.
Pertemuan yang berlangsung hangat ini dilaksanakan di Hotel Padma, Kota Semarang, Rabu (22/4/2026). Dalam forum tersebut, hadir Ketua asosiasi ojol dari Jawa Barat Iyan, Ketua Ojol Jawa Tengah Nugi, Ketua Ojol Jawa Timur Asmuin, Ketua Ojol Bali Agus Adi, Ketua Asosiasi Driver Online Sumatera Selatan Asrul, serta Ketua Ojol Godams Sumatera Utara Agem Zubir.
Pertemuan ini juga dihadiri jajaran Dirlantas dari sejumlah daerah, mulai dari Dirlantas Polda Jawa Barat Kombes Raydian Kokrosono, Dirlantas Polda Jawa Tengah Kombes Pratama Adhyasastra, Dirlantas Polda Jawa Timur Kombes Iwan Saktiadi, Dirlantas Polda Sumatera Selatan Kombes Maesa Soegriwo, Dirlantas Polda Sumatera Utara Kombes Firman Darmansyah, Dirlantas Polda Kalimantan Selatan Kombes Fahri Siregar, dan Dirlantas Polda Kalimantan Timur Kombes Ahmad Yanuari Insan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, turut hadir pejabat utama (PJU) Korlantas Polri, di antara lain Direktur Keamanan dan Keselamatan (Dirkamsel) Bridjen Prianto, Direktur Penegakan Hukum (Dirgakkum) Brigjen Faizal, serta Kabagops Korlantas Kombes Aries Syahbudin.
Foto: Kakorlantas bersilaturahmi dengan perwakilan pengemudi ojek online (ojol) dari berbagai daerah di Nusantara. (Dok. ist)
Ketua komunitas ojek online (ojol) Sumatera Utara, Agem Zubir mengungkap perubahan pendekatan kepolisian lalu lintas yang kini dinilai lebih humanis di era Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Perbedaan itu dirasakan langsung para ojol di lapangan dalam beberapa tahun terakhir.
"Untuk kami sendiri, ojek online di Sumatera Utara khususnya, merasakan adanya perubahan paradigma. Kalau dulu kami kenal Bapak Polisi ini menyentuh dengan surat tilang, kalau sekarang menyentuh dengan hati," kata Agam.
Menurutnya, perubahan pendekatan tersebut berdampak positif terhadap hubungan antara ojol dan aparat. Program-program yang dijalankan juga dinilai lebih menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, termasuk pengemudi di jalan.
"Kami melihat sekarang Polantas lebih memahami kondisi kami di lapangan. Ini yang membuat kami merasa dirangkul," imbuhnya.
Agam menyebut, para ojol juga merasakan penurunan angka kecelakaan dalam beberapa waktu terakhir, seiring berbagai program keselamatan yang dijalankan Polantas.
"Terakhir program Bapak kemarin arus mudik-balik. Sebagai masyarakat awam, kami merasakan tingkat kecelakaan yang semakin menurun tiap tahunnya. Ini luar biasa, kami merasakan bagaimana program Bapak luar biasa," katanya.
"Keselamatan di jalan juga dapat tertangani dengan baik. Kami bersyukur 2 tahun terakhir. Ini bukan ngada-ngada. Pak Kapolri kemarin berulang-ulang menyampaikan ajak teman-teman ojol, dan ini kita buktikan, kita rasakan langsung," lanjutnya.
Meski begitu, ia mengakui masih ada tantangan di lapangan. Salah satunya tekanan target dari aplikasi yang membuat sebagian pengemudi dilema dan harus mengambil risiko di jalan. Namun, ia menegaskan komunitas ojol tetap memiliki keinginan untuk tertib dan aman.
"Tapi kami rasa ojol punya keinginan yang sama dari dulu, agar keselamatan di jalan dapat tertangani dengan baik," ujarnya.
Foto: Kakorlantas bersilaturahmi dengan perwakilan pengemudi ojek online (ojol) dari berbagai daerah di Nusantara. (Dok. ist)
Agam pun mengusulkan penguatan sistem keselamatan berbasis digital, seperti tombol darurat yang terhubung langsung dengan kepolisian untuk mempercepat penanganan kejadian di jalan.
Agam berharap, kolaborasi antara ojol dan kepolisian terus diperkuat, mengingat peran driver online yang setiap hari berada di jalan dan dapat menjadi mitra dalam menjaga ketertiban lalu lintas.
"Ojol pekerja yang setiap hari 24 jam mobilitasnya di jalan raya, bisa menjadi mata dan telinga untuk aparat hukum selama ini. Konteksnya untuk lalu lintas," ucapnya.
Sementara itu, Ketua Ojol Jawa Barat, Iyan juga mengatakan, hubungan antara ojol dan Polri kini semakin terasa nyata di lapangan. Menurutnya, berbagai program yang dijalankan tidak hanya sebatas seremoni, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh para driver sejak deklarasi September lalu.
"Sinergitas antara ojol dengan Polri nyata, saat ini sangat dirasakan oleh para ojol yang ada di Jawa Barat," ujar Iyan.
Ia mencontohkan sejumlah program konkret, seperti pendirian bengkel ojol dan warung komunitas yang ada di Jabar. Fasilitas itu disebut membantu pengemudi, mulai dari perbaikan kendaraan hingga ruang berkumpul.
"Khusus di Bandung Raya di Kota dan Kabupaten, sudah diresmikan 23 bengkel ojol ganti mesin dan warung, untuk memperbaiki kendaraan-kendaraan yang ringan-ringan," jelasnya.
Iyan turut mengapresiasi pendekatan kepolisian yang dinilai semakin dekat dengan masyarakat, termasuk komunitas ojol. Ia menyebut para driver kini tidak lagi segan berkoordinasi dengan aparat di lapangan.
Iyan menambahkan, sinergi antara ojol dan kepolisian perlu terus diperkuat, tidak hanya dalam aspek keselamatan lalu lintas, tetapi juga dalam menjaga keamanan di ruang publik. Komunitas ojol juga siap berkolaborasi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
"Kami siap jadi bagian menjaga kamtibmas. Lebih baik kami ikut membantu dalam kebaikan," tegasnya.
Sementara itu, Kakorlantas Polri, Irjen Agus mengatakan, forum tersebut menjadi wadah untuk menyerap langsung berbagai persoalan yang dihadapi pengemudi ojol di lapangan. Hal itu, kata dia, sejalan dengan arahan dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit.
"Sesuai petunjuk Bapak Kapolri, program Polantas menyapa dan melayani," kata Irjen Agus.
Ia mengaku sangat mengapresiasi perwakilan pengemudi ojol dari berbagai daerah di Nusantara itu, yang telah menyampaikan keluhan dan aspirasinya.
"Kami selalu bersilaturahmi. Kami belanja persoalan dan tentunya akan kita diskusikan," ujar Irjen Agus.
Ia menegaskan, dari kegiatan ini, polisi bisa lebih dekat dengan masyarakat. Berbagai persoalan yang disampaikan para driver akan menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan kebijakan ke depan.
"Yang paling penting dari program Polantas Menyapa dan Melayani ini adalah bagaimana kita mewujudkan lalu lintas yang aman, selamat, dan tertib. Jadi kami tadi sudah diskusi dan banyak sekali persoalan," katanya.
Simak juga Video 'Menhub Buka Suara soal Peluang Aturan Ojol Masuk Revisi UU LLAJ':
(idn/idn)

















































