Polisi Beberkan Cara Komplotan Ganjal ATM di Jaktim Kuras Rekening Korban

4 hours ago 5
Jakarta -

Satreskirm Polres Jakarta Timur mengungkap modus komplotan ganjal ATM yang menguras dana korban hingga ratusan juta rupiah. Komplotan dengan empat orang pelaku itu berpura-pura menolong korban yang kartu ATM-nya tersangkut di mesin.

"Para pelaku menggunakan modus ganjal dengan menyisipkan benda kecil yang telah dimodifikasi ke dalam slot kartu ATM. Saat korban mengalami kendala, pelaku lain berpura-pura membantu dan mengarahkan korban untuk kembali memasukkan PIN, sehingga pelaku dapat mengetahui kode rahasia tersebut," kata Kasat Reskrim AKBP Bayu Kurniawan dalam jumpa pers, Rabu (22/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam situasi tersebut, beberapa orang pelaku yang mendekati korban dan berpura-pura untuk menolong korban. Kemudian mereka menyarankan korban untuk memasukkan nomor PIN ATM korban.

"Dan pada saat korban memasukkan PIN tersebut, pelaku ini mengamati dan menghafal PIN ATM korban itu sendiri," imbuh dia.

Selanjutnya, pelaku lain yang berada di lokasi masuk lagi berpura-pura sebagai nasabah juga yang ingin mengambil ATM. Dia menyarankan kepada korban ini agar mencoba mendatangi bank terkait untuk melaporkan terkait peristiwa kartu ATM yang tersangkut di mesin.

"Nah, pada saat korban berusaha untuk melapor, meninggalkan ATM, maka ada pelaku lain yang mencoba untuk mengambil kartu ATM yang tadi tersangkut di mulut mesin ATM," ucapnya.

"Nah, pada saat tersebut, ketika korban sudah meninggalkan tempat, korban tanpa sepengetahuannya menyadari bahwa dana korban yang terdapat pada rekeningnya itu terkuras habis. Jadi dalam kejadian ini, dana korban yang hilang tanpa sepengetahuannya itu sebesar Rp 274 juta rupiah," sambungnya.

Adapun, keempat pelaku memiliki peran berbeda untuk mengelabui korban. Mulai dari memasang alat pengganjal, hingga pengambil ATM korban.

"Pertama dengan inisial HF, di mana HF ini memiliki peran untuk memasang alat untuk mengganjal di ATM. Jadi alat yang digunakan itu adalah tusuk gigi yang sudah dimodifikasi oleh pelaku," kata Bayu.

Kemudian pelaku inisial A yang berperan untuk mengintip PIN korban. Ketika tadi kartu ATM-nya tersangkut, A berpura-pura untuk membantu sambil mengamati PIN ATM korban.

"Selanjutnya kami menangkap pelaku dengan inisial AT yang berperan untuk mengalihkan korban dan menyarankan korban untuk melapor ke bank terdekat, sehingga korban meninggalkan mesin ATM beserta dengan kartu ATM yang tersangkut," katanya.

"Dan keempat adalah pelaku dengan inisial D, di mana pelaku ini memiliki peran untuk mengambil ATM korban yang sudah tersangkut d i mesin ATM tadi," imbuhnya.

(tsy/maa)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |