Berawal dari Konter Kecil, Bu Aas Berkembang Layani Warga Lewat 3 Cabang BRILink

2 hours ago 1

Jakarta -

Aas Asnarisa beberapa kali bolak-balik menuju konter BRILInk miliknya. Percakapan pun sempat terhenti sejenak karena ia harus melayani para pelanggan yang datang silih berganti. Ramainya pelanggan pada siang itu seolah menjadi gambaran bahwa keberadaan layanan BRILink tak hanya menjadi peluang usaha bagi Aas, tetapi juga menjadi akses layanan keuangan yang sangat dibutuhkan masyarakat.

Terletak di Kampung Sawah, Desa Cikarageman, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, konter milik Aas menjadi salah satu tempat andalan warga untuk melakukan berbagai transaksi perbankan. Warga tidak perlu pergi jauh ke bank untuk melakukan tarik tunai, transfer, pembayaran tagihan, hingga layanan BPJS.

Perjalanan Aas membangun usaha tersebut tidak langsung besar seperti sekarang. Empat tahun lalu, Aas hanya memiliki sebuah konter kecil yang berdampingan dengan toko sembako miliknya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia awalnya mendapatkan tawaran untuk menjadi agen BRILink pada akhir 2021. Setelah memikirkan matang-matang mengenai potensi usaha layanan transaksi keuangan, perempuan berusia 36 tahun tersebut akhirnya memutuskan bergabung menjadi agen BRILink dan mulai beroperasi pada Januari 2022.

Perjalanannya pun tidak mudah. Di tahun pertama usaha, Aas masih belum mempunyai mesin EDC dan hanya mengandalkan HP untuk melayani transaksi warga. Ia hanya memiliki modal awal sebesar Rp 10 juta.

"Jadi bener-bener butuh perjuangan. Maksudnya biar orang-orang tuh percaya bahwa di saya bisa transaksi perbankan meskipun belum ada mesin waktu itu," kata Aas saat berbincang dengan detikcom di rumahnya beberapa waktu lalu.

Tepat setahun kemudian, Aas akhirnya mendapatkan mesin EDC. Sejak saat itu, transaksi keuangan yang dilayani setiap harinya pun terus meningkat.

"Karena kan saya bisa ngelayanin yang pakai kartu. Kalau yang belum ada mesin, saya hanya transaksi transfer aja," ujar Aas.

Melihat potensi yang semakin besar, Aas kemudian melakukan renovasi konter agar lebih terlihat layak sebagai mitra resmi BRI. Setelah itu, ia juga membuka dua cabang tambahan pada 2024 yang masih berada di sekitar Kampung Sawah.

"Nah, setelah renovasi ini ya alhamdulillah transaksi makin bagus karena mungkin masyarakat percaya, karena saya agen resminya BRI," tutur Aas.

Aas menyampaikan setiap cabang bisa melayani puluhan hingga ratusan transaksi per hari ketika kondisi ramai. Pelanggannya pun beragam, mulai dari pekerja bangunan, petani hingga warga lainnya yang membutuhkan layanan transaksi sehari-hari.

Belum lagi ketika ada bantuan program pemerintah yang dicairkan. Biasanya warga berbondong-bondong datang ke warung BRILink milik Aas untuk bertransaksi.

BRILink di BekasiAas Agen BRILink di Bekasi (Foto: Kanavino/detikcom)

Membantu Ekonomi Keluarga

Dari setiap konter yang dikelolanya, Aas bisa mendapatkan penghasilan Rp 5 sampai Rp 10 juta bulan. Menurutnya, peluang usaha tersebut cukup menjanjikan karena kebutuhan masyarakat terhadap layanan transaksi keuangan terus ada.

"Alhamdulillah potensial. Karena kan emang lokasinya ke bank jauh. Apalagi di kantor itu kan ramai ya biasanya antre," ujar Aas.

Ia bersyukur dari penghasilan yang didapatnya itu perekonomian keluarga semakin meningkat. Kebutuhan sehari-hari juga selalu terpenuhi.

"Alhamdulillah banget. Maksudnya bisa membantu perekonomian keluarga saya ini khususnya. Maksudnya lebih meningkatlah. Bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari keluarga," ujar Aas.

Ia juga bisa memberdayakan keluarganya untuk ikut bekerja di konter BRILink. Saat ini ada dua orang adiknya yang mengelola dua cabang BRILink.

Tak hanya itu, ia juga merasakan keberadaan BRILink ini bermanfaat untuk warga di kampungnya. Bahkan, kata Aas, konter miliknya itu selalu dicari-cari ketika sedang tutup.

"Jika saya tutup aja pada ditanyain gitu, 'Kapan buka? Mau transfer atau mau tarik tunai,'. Jadi, alhamdulillahnya bisa ngebantu masyarakat di sekitar sini gitu," katanya.

BRILink di BekasiAas Agen BRILink di Bekasi Layani Warga (Foto: Kanavino/detikcom)

Cara Aas Hadapi Tantangan

Namun Aas menyampaikan mengelola BRILink juga penuh dengan tantangan. Salah satunya yaitu adanya upaya penipuan yang pernah terjadi di konternya.

"Ada juga yang transaksi dengan uang palsu," ujar Aas.

Untuk menghadapi tantangan tersebut, Aas fokus menjalankan usahanya sesuai standar yang ditetapkan oleh pihak BRI. Ia juga terus berupaya untuk menjaga kepercayaan yang telah diberikan masyarakat selama ini.

"Kita transaksi setelah uang kita terima. Itu intinya, maksudnya. Jadi nggak percaya nih sama saudara atau keluarga atau tetangga, 'Kirim dulu.' Nah, itu di saya enggak bisa," tutur Aas.

Ke depan, Aas berharap konter BRILink miliknya terus berkembang. Ia ingin membuka lagi cabang BRILink di tempat lain.

"Mudah-mudahan saya ingin buka cabang lagi, Pak. Jadi bisa membantu perekonomian," imbuhnya.

Komitmen BRI Hadirkan Layanan Dekat Masyarakat

Kepala BRI Unit Setu Bekasi, Setia Adi, menyambut positif layanan transaksi keuangan Agen BRILink yang menjadi andalan warga. Ia menegaskan komitmen BRI untuk menghadirkan layanan perbankan yang semakin dekat ke rumah warga.

"Kami memang membawa layanan BRI sampai ke depan rumah mereka ibaratnya sekaligus menciptakan usaha baru bagi masyarakat," kata Adi saat diwawancara detikcom secara terpisah.

Ia juga menyampaikan bahwa BRI akan terus melakukan perluasan Agen BRILink untuk menggerakkan perekonomian masyarakat dan menciptakan lapangan kerja.

"Kami memang ekspansi terus untuk memperluas Agen BRILink ke pelosok-pelosok karena memang itu juga target kita untuk kepanjangan BRI untuk mempermudah transaksi tapi juga membuka lapangan kerja baru dan menggerakkan ekonomi desa," kata Adi.

(knv/knv)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |