Pramono: Macet Jakarta Dipicu 4 Juta Komuter Masuk-Keluar Setiap Hari

4 hours ago 1

Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut kemacetan di Jakarta tidak hanya disebabkan oleh aktivitas warga Ibu Kota. Menurutnya, setiap hari ada sekitar 4 juta komuter dari daerah penyangga yang masuk ke Jakarta dan kembali pulang pada sore hari.

Hal itu disampaikan Pramono saat berdialog dengan warga pada acara Malam Puncak HUT Ke-499 Jakarta di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Sabtu (27/6/2026). Awalnya, Pramono menanggapi keluhan seorang warga asal Maluku yang kini tinggal di Bekasi terkait transportasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pramono kemudian menjelaskan tingginya mobilitas masyarakat dari wilayah penyangga menjadi salah satu penyebab utama kepadatan lalu lintas di Jakarta.

"Transportasi di Jakarta salah satu yang menyebabkan macet adalah ketika hari orang datang kurang lebih 4 juta. Sore hari kurang lebih 4 juta kembali ke kediamannya masing-masing. Itulah yang sekarang diatur oleh Jakarta," kata Pramono.

Menurut Pramono, Pemprov DKI berupaya mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dengan memperluas layanan transportasi umum yang menghubungkan Jakarta dengan kota-kota penyangga melalui layanan Transjabodetabek.

"Dulu enggak ada yang namanya Transjabodetabek, sekarang ada dari Blok M ke Bogor, Blok M ke Soekarno-Hatta, Blok M ke Bekasi, dan sebagainya. Kenapa? Itu supaya warga dari luar Jakarta mereka bisa naik transportasi Transjabodetabek," ujarnya.

Pramono mengatakan antusiasme masyarakat terhadap transportasi umum juga terlihat saat perayaan HUT ke-499 Jakarta. Awalnya, layanan transportasi gratis hanya diberikan kepada warga Jakarta. Namun, banyak warga dari daerah penyangga yang meminta kebijakan serupa.

"Problemnya adalah ketika ada kegiatan seperti ini, yang kita gratiskan kan kemarin penduduk Jakarta. Ternyata penduduk dari Bekasi, Bogor, Tangerang, Tangerang Selatan, Cianjur, Depok, mereka minta gratis juga, makanya hari ini semua yang ber-KTP Republik Indonesia kami gratiskan," ungkapnya.

Ia menjelaskan kebijakan tersebut berlaku untuk berbagai moda transportasi yang dikelola Pemprov DKI, seperti TransJakarta, MRT Jakarta, LRT Jakarta, dan JakLingko. Selain itu, masyarakat juga digratiskan masuk ke sejumlah destinasi wisata milik Pemprov DKI.

"Termasuk naik MRT, naik LRT yang dikelola oleh Jakarta, TransJakarta, JakLingko, dan sebagainya. Termasuk masuk di Ancol, masuk di Ragunan, ke Monas, ke museum-museum yang ada semuanya kita gratiskan," tuturnya.

Pramono berharap kebijakan tersebut dapat mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum. Dengan demikian, kemacetan di Jakarta secara bertahap dapat dikurangi.

"Saya yakin Saudara-saudara hari ini menikmati itu, transportasi hanya satu rupiah. Mudah-mudahan yang seperti ini akan membuat kesadaran orang untuk naik transportasi umum," pungkasnya.

(bel/azh)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |