Khofifah Terima Bintang LVRI, Ingatkan Perjuangan Tak Lagi Angkat Senjata

4 hours ago 4

Jakarta -

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima penganugerahan Bintang Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) pada Peringatan Hari Veteran Nasional Tingkat Provinsi Jawa Timur 2026. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dan kedekatan Khofifah dengan keluarga besar Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI).

Penganugerahan Bintang LVRI berlangsung di Pendopo Kabupaten Malang, Rabu (12/8/2026). Khofifah menilai penghargaan tersebut menjadi amanah untuk meneruskan semangat perjuangan para veteran.

Khofifah mengaku penghargaan tersebut menjadi kejutan. Dia baru mengetahui rencana penganugerahan tersebut dua hari sebelum acara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Penghargaan ini bukan semata sebagai sebuah kehormatan, melainkan sebagai amanah bagi kita bersama untuk terus memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat, bangsa dan negara," ujar Khofifah dalam keterangan tertulis, Rabu (12/8/2026).

Menurutnya, semangat perjuangan para veteran harus terus dilanjutkan oleh generasi masa kini meski medan dan bentuk perjuangannya telah berubah. Jika dahulu perjuangan dilakukan dengan mengangkat senjata untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan, kini perjuangan dapat diwujudkan melalui berbagai upaya menjaga bangsa.

Ia menyebut sejumlah persoalan seperti kebodohan, kemiskinan, hoaks, hingga perpecahan sebagai tantangan yang perlu dihadapi bersama.

"Kalau kita sekarang berjuang untuk bisa melawan kebodohan, melawan hoaks, melawan kemiskinan, melawan perpecahan dan menjaga persatuan," katanya.

Khofifah menilai perubahan bentuk perjuangan tersebut merupakan konsekuensi perkembangan zaman. Ancaman terhadap bangsa saat ini tidak selalu hadir dalam bentuk kekuatan militer atau konflik bersenjata, tetapi juga dapat muncul melalui persoalan sosial, ekonomi, hingga perkembangan teknologi informasi.

Karena itu, ia menegaskan perjuangan generasi masa kini merupakan bentuk aktualisasi bela negara sesuai bidang tugas dan profesi masing-masing.

"Bela negara hari ini bukan hanya tentang mengangkat senjata. Bela negara diwujudkan dengan belajar dan bekerja sungguh-sungguh, menjaga persatuan, menghormati perbedaan, menaati hukum, menjaga lingkungan, melawan hoaks, menggunakan media sosial secara bijak, serta memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat, daerah, bangsa dan negara," tegasnya.

Menurutnya, semangat perjuangan tersebut juga perlu diarahkan untuk menghadapi berbagai persoalan yang masih menjadi tantangan bangsa, termasuk kesenjangan, kebodohan, kemiskinan, kesewenang-wenangan, korupsi, serta berbagai persoalan sosial lainnya.

"Semangat perjuangan para veteran harus kita lanjutkan. Kalau dulu perjuangannya adalah merebut dan mempertahankan kemerdekaan, maka hari ini perjuangannya adalah memastikan kemerdekaan itu menghadirkan kehidupan yang lebih baik, lebih adil dan lebih sejahtera bagi seluruh masyarakat," tuturnya.

Ia menambahkan, perjuangan tersebut membutuhkan kebersamaan dari seluruh elemen masyarakat. Persatuan dan kegotongroyongan dinilai menjadi kekuatan penting untuk menghadapi berbagai tantangan tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia.

"Mari kita bangun kebersamaan, persatuan dan kegotongroyongan bersama, mengikatkan diri kita sebagai bagian dari penguat, pengukuh Negara Kesatuan Republik Indonesia," tambahnya.

Ia juga menilai para veteran bukan sekadar bagian dari catatan sejarah, melainkan living history atau sejarah yang hidup. Para veteran merupakan saksi perjalanan bangsa sekaligus sumber keteladanan yang menunjukkan bahwa kemerdekaan diperoleh melalui keberanian, pengorbanan, kedisiplinan, solidaritas, dan semangat pantang menyerah.

"Dari para veteran, kita belajar tentang keberanian, kedisiplinan, keikhlasan, solidaritas, semangat pantang menyerah dan kecintaan yang tulus kepada Tanah Air," ucapnya.

Karena itu, generasi muda dinilai tidak cukup hanya mengetahui sejarah perjuangan bangsa. Nilai-nilai tersebut perlu diaktualisasikan melalui sikap, karya, dan pengabdian dalam kehidupan sehari-hari.

Jawa Timur sendiri memiliki posisi penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Peristiwa 10 November 1945 di Surabaya menjadi salah satu bukti keberanian rakyat Jawa Timur dalam mempertahankan kemerdekaan yang telah diproklamasikan.

"Semangat Arek-Arek Suroboyo dan para pejuang Jawa Timur telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Semangat itulah yang harus terus kita rawat dan diwariskan kepada generasi penerus," katanya.

Oleh sebab itu, Khofifah menegaskan Hari Veteran Nasional tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial. Momentum tersebut harus menjadi pengingat bahwa perjuangan tidak pernah berhenti, melainkan terus berlanjut dalam bentuk yang sesuai dengan tantangan setiap zaman.

Ia mengajak pemerintah daerah, dunia pendidikan, organisasi kepemudaan, komunitas masyarakat, serta seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama memperkuat pendidikan karakter, wawasan kebangsaan, pengamalan nilai-nilai Pancasila, dan semangat bela negara.

"Kita ingin generasi muda Jawa Timur menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, berdaya saing, sekaligus memiliki akar kebangsaan yang kuat dengan senantiasa menjunjung tinggi Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia," pungkasnya.

Di sisi lain, Khofifah menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar LVRI yang selama ini terus berkontribusi menanamkan nilai-nilai kejuangan kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

Pemprov Jatim, kata dia, berkomitmen memperkuat sinergi dengan LVRI dan seluruh organisasi kepahlawanan, khususnya dalam mewariskan nilai kejuangan, menanamkan karakter kebangsaan, serta memperkuat semangat persatuan di Jawa Timur.

Peringatan Hari Veteran Nasional Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2026 turut dihadiri Ketua Dewan Pertimbangan Pusat LVRI beserta jajaran, Bupati dan Wali Kota se-Malang Raya, Kadis Teritorial Lanud Abd. Saleh Malang, Dan Lanal Malang, Aster

Lihat juga Video: Anugerah Ekonomi Kerakyatan untuk Khofifah Indar Parawansa di Detikcom Award 2025

(akn/ega)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |