Anggota DPR RI Rajiv Minta Pemerintah Anggarkan Vaksin untuk Anak Gajah

4 hours ago 3

Jakarta -

Anggota Komisi IV DPR RI, Rajiv menyoroti matinya gajah betina berusia di bawah tiga tahun dari induk Gajah Suci di Pusat Latihan Gajah (PLG) Saree, Aceh. Menurutnya, pemerintah harus memberikan perhatian serius atas matinya anak gajah tersebut.

Berdasarkan diagnosa awal medis, peristiwa matinya anak gajah bernama Yuna itu diduga kuat akibat serangan elephant endotheliotropic herpesvirus (EEHV), jenis virus mematikan yang sangat rentan menyerang anak gajah.

"Ini harus menjadi perhatian serius pemerintah. Jangan sampai kita hanya bertindak setelah ada gajah yang mati. Pencegahan dan perlindungan terhadap anak gajah harus diperkuat," kata Rajiv melalui keterangannya, Rabu (12/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk itu, Rajiv mengingatkan Kementerian Kehutanan (Kemenhut) perlu memastikan langkah antisipasi terhadap EEHV dilakukan secara lebih sistematis, terutama di pusat-pusat konservasi dan habitat yang menjadi tempat perlindungan gajah.

Rajiv mengungkapkan salah satu langkah yang perlu dipertimbangkan adalah dukungan anggaran untuk pengadaan vaksin maupun kebutuhan medis yang berkaitan dengan pencegahan dan penanganan virus tersebut.

"Kalau memang vaksin atau langkah pencegahan terhadap virus ini dibutuhkan, Kementerian Kehutanan harus mengalokasikan anggaran. Jangan sampai kebutuhan seperti ini tidak tersedia ketika ada anak gajah yang terjangkit," ujar Rajiv.

Anggota Fraksi Partai Nasdem ini menilai perlindungan terhadap satwa dilindungi tidak cukup hanya melalui pengamanan habitat dan penindakan terhadap perburuan. Aspek kesehatan satwa juga harus menjadi bagian penting dari kebijakan konservasi.

Terlebih, lanjut dia, anak gajah memiliki tingkat kerentanan yang tinggi terhadap penyakit tertentu sehingga diperlukan sistem pemantauan kesehatan yang lebih intensif.

"Konservasi itu bukan hanya menjaga hutannya, tetapi juga memastikan satwanya bisa bertahan hidup. Kalau ada penyakit yang bisa mengancam anak gajah, pemerintah harus punya sistem deteksi dan penanganan yang cepat," jelas dia.

Oleh karena itu, Rajiv meminta Kemenhut melakukan evaluasi terhadap kondisi kesehatan gajah-gajah lain yang berada di sekitar PLG Saree untuk memastikan tidak terjadi penularan maupun kasus serupa.

"Jangan berhenti pada satu kasus. Gajah-gajah lainnya harus diperiksa dan dipantau. Kita harus memastikan apakah ada potensi penyebaran virus atau tidak," tegas Rajiv.

Menurutnya, kematian Yuna harus menjadi momentum bagi pemerintah untuk memperkuat fasilitas kesehatan satwa, meningkatkan kapasitas tenaga medis hewan, serta memastikan ketersediaan obat dan kebutuhan penanganan penyakit di pusat-pusat konservasi.

"Perlindungan populasi gajah harus dilakukan secara berkelanjutan mengingat satwa tersebut merupakan bagian penting dari ekosistem dan termasuk satwa yang dilindungi. Jangan sampai kita kehilangan anak-anak gajah karena penyakit yang sebenarnya bisa kita antisipasi. Anggaran untuk kesehatan satwa harus menjadi bagian dari prioritas konservasi," pungkasnya.

Lihat juga Video: Momen Anak Gajah Berhasil Dievakuasi Seusai Terperosok di Septic Tank

(prf/ega)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |