Alasan Komisi XIII DPR Nilai Nusakambangan Layak Jadi Tempat Pidana Kerja Sosial

3 hours ago 2

Jakarta -

Ketua Komisi XIII DPR RI Willy Aditya menilai Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah (Jateng), layak menjadi lokasi pidana alternatif kerja sosial. Menurutnya, Pulau Nusakambangan, yang terkenal 'horor' karena terisolasi dan pengawasannya ketat, kini telah berkembang.

Balai-balai latihan kerja, peternakan, kolam budi daya ikan dan lahan-lahan pertanian dinilai membuat suasana Nusakambangan 'hidup' dan produktif. Kondisi ini sengaja diciptakan oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), melalui Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, dengan tujuan menumbuhkan kemandirian dan keberdayaan warga binaan pemasyarakatan (WBP) atau narapidana (napi).

"Tadi kami lihat bagaimana beberapa titik mulai dari (kolam budi daya) sidat, mulai dari (kolam budi daya) udang, (peternakan) ayam, bahkan BLK (pengolahan) sampah. Ini suatu hal yang sudah sangat progresif. Tinggal bagaimana napas KUHP yang baru ini benar-benar produktif," kata Willy di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Terbuka Nusakambangan, Cilacap, Jateng, pada Selasa (10/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Komisi XIII cek kolam budidaya sidat yang dikerjakan napi (Audrey/detikcom).Komisi XIII cek kolam budi daya sidat yang dikerjakan napi (Audrey/detikcom)

Willy mengatakan kegiatan pembinaan di berbagai sektor telah dikategorisasi dengan apik oleh Ditjen Pemasyarakatan Kemenimipas. Willy memuji kinerja Menteri Agus Andrianto dan jajaran Ditjenpas.

"Karena apa? Di sini kategorinya sudah sangat detail. Itu yang kami sangat terkesan sekali. Pak Menteri hebat dan jajaran Dirjen hebat, terus maju," ucap Willy.

Komisi XIII cek BLK batako dan paving block FABA yang dibuat napi (Audrey/detikcom).Komisi XIII mengecek BLK batako dan paving block FABA yang dibuat napi (Audrey/detikcom)

Apresiasi dan Usul Nusakambangan Opsi Tempat Kerja Sosial

Sebelumnya, Willy mengapresiasi transformasi Pulau Nusakambangan. Hal ini dia sampaikan usai memeriksa fasilitas pembinaan napi di pulau tersebut.

"Kami bersyukur diajak Pak Menteri, Pak Dirjen, dan jajaran untuk langsung... tak hanya melihat, tapi lebih tepatnya memeriksa di setiap sudut yang ada di Nusakambangan ini. Kami sangat apa ya, sangat terkesan," kata Willy.

Sidat hasil budidaya napi yang diolah menjadi makanan (Audrey/detikcom).Sidat hasil budi daya napi yang diolah menjadi makanan (Audrey/detikcom).

Willy mengatakan KUHP baru telah memperkenalkan alternatif sanksi kerja sosial pada pelaku tindak pidana ringan. Dia sepakat bila Pulau Nusakambangan dijadikan salah satu lokasi kerja sosial lantaran kegiatan pembinaan.

"Ini benar-benar Pak menteri punya tangan dingin. Pak Prabowo (Presiden Prabowo Subianto) juga di satu sisi selain KUHP, kekuatannya adalah kerja sosial atau hukuman pidana sosial. Di sini tidak perlu kita berdiskursus tapi sudah langsung berpraktik," ujar Willy.

"Kami tadi sempat berdiskusi di perjalanan sama Pak Menteri, mungkin juga untuk meningkatkan produktivitas kedaulatan pangan di sini, yang KS (kerja sosial) mungkin juga bisa kita rekomendasikan nanti untuk ditaruh di sini," tambah dia.

Willy menyebut semula menggelar kunjungan kerja ke Nusakambangan karena Panitia Kerja (Panja) Pemasyarakatan memiliki beberapa catatan mulai dari ingin tahu langsung transformasi Pemasyarakatan yang baru usai KUHP dan KUHAP baru berlaku, hingga ingin melihat penerapan pembinaan yang sesuai semangat Asta Cita.

Willy dan Wakil Ketua Komisi XIII Dewi Asmara memimpin 8 anggotanya, yang juga anggota Panja Pemasyarakatan, berkeliling Pulau Nusakambangan. Kedelapan anggota Komisi XIII yang ikut yakni:
- Marinus Gea
- Rapidin Simbolon
- Maruli Siahaan
- Prana Putra Soh E
- Yanuar Arif Wibowo
- Mafirion
- Edison Sitorus
- Raja Faisal

Transformasi Nusakambangan

Diketahui sejak awal menjabat, Menteri Imipas Agus mencanangkan transformasi Pulau Nusakambangan menjadi pulau kemandirian, ketahanan pangan dan usaha mikro kecil menengah (UMKM). Selama 1 berdiri lokasi pembuatan batako, paving block, dan material bangunan lainnya berbahan dasar residu pembakaran batu bara (flying ash and bottom ash/FABA) dari PLTU Adipala.

Menteri Agus juga memerintahkan Ditjenpas dan jajaran untuk mengolah lahan idle alias lahan tidur untuk menjadi sarana pembinaan napi di berbagai bidang seperti Balai Latihan Kerja (BLK) Pengolahan Sampah, BLK Pupuk Kandang, BLK Pelintingan Rokok, BLK Konveksi, BLK budidaya Anggrek, lahan budidaya anggur, melon, bengkel pengolahan tepung dan beras Mocaf, serta kegiatan ketahanan pangan.

Adapun kegiatan ketahanan pangan yang dikembangkan di Pulau Nusakambangan di antaranya peternakan ayam petelur, bebek, domba, budi daya ikan nila, udang Vaname dan belut atau sidat, sawah padi, serta ladang jagung.

Menteri Agus menjadikan pembinaan napi di Pulau Nusakambangan sebagai percontohan untuk lembaga pemasyarakatan (lapas) di seluruh Indonesia.

(aud/whn)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |