Wamen Bima Arya Ingatkan soal Efisiensi di Peringatan Otonomi Daerah ke-30

1 week ago 9
Jakarta -

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menggelar upacara memperingati Hari Otonomi Daerah ke-30 Tahun 2026. Wamendagri Bima Arya Sugiarto bertindak sebagai inspektur upacara.

Upacara dilaksanakan di halaman kantor Kemendagri, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (27/4/2026). Upacara ini turut dihadiri sejumlah kepala daerah di antaranya Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa serta Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno.

Bima Arya turut memberikan arahan dalam upacara hari ini. Dalam pemaparannya, Bima Arya menyampaikan mengenai arahan dari Presiden Prabowo Subianto terkait efisiensi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dalam peringatan otonomi daerah ini, izinkan kami menyampaikan pesan dan arahan yang sering diingatkan oleh Bapak Presiden untuk terus menghadirkan tata kelola pemerintahan yang tidak saja efektif, tapi efisien," tutur Bima Arya.

"Efisiensi bukan hanya penghematan. Efisiensi bukan hanya angka-angka yang dilaporkan kepada atasan. Efisiensi adalah cara baru untuk mengelola pemerintahan, transformasi budaya kerja dari kita semua," lanjutnya.

Dia turut menyampaikan apresiasi kepada para kepala daerah yang konsisten melanjutkan ikhtiar efisiensi terhadap APBD dengan segala tantangannya. Dia juga meminta jajaran Kemendagri untuk terus menjadi pengayom, regulator, fasilitator, akselerator, serta motivator bagi semua jajaran kepala daerah se-Indonesia.

"Kita pastikan bahwa Asta Cita kita kawal dengan maksimal, tetapi mimpi dari para kepala daerah, visi misi dari kepala daerah, tetap ada ruangnya yang bisa kita sandingkan bersama Asta Cita," jelas Bima Arya.

Dia juga menyampaikan, para kepala daerah telah menunjukkan angka-angka keberhasilan yang dicapai. Angka-angka tersebut, kata dia, terkait dengan kinerja pemerintahan, pertumbuhan ekonomi, angka kemiskinan, angka pengangguran terbuka, dan angka-angka lainnya.

"Tentu Pak Menteri selalu berpesan, jangan pernah berhenti pada angka-angka kepuasan. Jangan pernah kita abai dan terlena dalam capaian-capaian. Kita harus jujur bahwa masih banyak tantangan kita di depan," ungkap dia.

"Kita harus jujur untuk terus berjibaku mengatasi masalah kesenjangan antara daerah, kapasitas fiskal, integritas dari kepala daerah dan jajaran, dan juga regulasi yang sering juga menjadi kendala bagi teman-teman kepala daerah untuk melakukan inovasi," imbuhnya.

Ingatkan 3 Tantangan Kepala Daerah

Bima Arya juga mengingatkan para kepala daerah bahwa saat ini ada tantangan yang tidak mudah pada tiga tingkatan. Baik di tingkatan lokal, nasional, hingga global bagi para Kepala Daerah.

"Tantangan di tingkat lokal tuntutan dari konstituen, pemilih, dan rakyat, dan warga. Tantangan di tingkat nasional untuk mengawal program-program prioritas dan Asta Cita, karena otonomi daerah itu ditegaskan dalam poin ketujuh dari Asta Cita, demikian juga dalam RPJMN kita 2025 dan 2029. Dan yang ketiga adalah tantangan geopolitik di tingkat global. Lokal, nasional, dan juga global," ujar Bima Arya.

Dia mengatakan para Kepala Daerah harus bisa memastikan bahwa otonomi dapat bersanding dengan tantangan pada tiga tingkatan ini.

"Tidak mudah bagi kepala daerah hari ini berselancar dan memastikan bahwa otonomi daerah bersanding dengan tiga tantangan tadi. Tetapi percayalah Bapak Ibu, para kepala daerah yang sangat kami banggakan, banyak inspirasi hari ini dari rekan-rekan kepala daerah untuk mengatasi, menghadapi, dan bahkan menaklukkan tantangan-tantangan tadi," pungkasnya.

(kuf/dwr)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |