Hendropriyono Bela Letkol Teddy, Minta Tokoh Senior Beri Teladan Berbahasa

4 hours ago 3
Jakarta -

Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal TNI (Purn) AM Hendropriyono merespons pernyataan Amien Rais yang viral soal Letkol Teddy. Ia meminta tokoh senior seharusnya memberikan teladan berbahasa.

"Kita semua termasuk para tokoh senior dari bangsa ini saya dan teman-teman yang tua-tua ini memiliki tanggung jawab moral untuk memberi teladan dalam berbahasa dan bersikap di dalam ruang publik," ujar Hendropriyono dalam sebuah video yang diterima detikcom, Selasa (5/5/2026).

Ia mengatakan Letkol Teddy bukan figur politik bebas sehingga penilaian terhadapnya harus dilakukan secara proporsional dan profesional, bukan emosional.

"Kualitas seorang negarawan bukan diukur dari kerasnya kata-kata, tetapi melainkan kemampuannya menjaga martabat orang lain bahkan ketika berbeda pandangan," tutur Hendropriyono.

Ia mengerti Letkol Teddy tidak bisa membalas pernyataan itu. Karena itu, terangnya, publik harus menjaga agar kritikan tak berubah menjadi suatu ketidakadilan.

"Bangsa kita ini besar karena adabnya. Jika adab kita jaga, perbedaan tidak akan memecah kita. Tapi jika adab sudah lepas dari kita, kebenaran akan kehilangan makna," lanjutnya.

Hendropriyono menambahkan, rakyat Indonesia punya nilai moral dari para pendiri bangsa. Ia menyebutkan bangsa Indonesia berasas kekeluargaan.

"Jadi kita jangan sampai kita itu membunuh karakter dari anak kita sendiri," pungkasnya.

Diketahui, pernyataan Amien Rais ini muncul dalam sebuah video yang diunggah melalui kanal YouTube pribadi Amien Rais. Dalam video itu, Amien Rais menyinggung kedekatan Presiden Prabowo Subianto dengan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Video tersebut kemudian menuai beragam respons dari masyarakat sebelum akhirnya tidak lagi dapat diakses publik. Menkomdigi Meutya Hafid mengatakan video yang diunggah Amien Rais termasuk pembunuhan karakter dan fitnah.

Amien Rais kemudian merespons Meutya Hafid. Amien Rais mengatakan kebebasan berpendapat diatur dalam undang-undang.

"Ya, jadi saya begini. Saya pertama tentu yakin demokrasi itu berjalan baik kalau kebebasan mengeluarkan pendapat yang dijamin oleh Undang-Undang Dasar kita itu tidak dibatasi, tidak diberangus," ujar Amien saat ditemui seusai acara Munas Partai Ummat di Sleman, dilansir detikJogja, Minggu (3/5).

Menurut dia, Indonesia merupakan negara demokrasi, sehingga setiap individu bebas menyampaikan pendapat. Meskipun, kata Amien Rais, bertentangan dengan penguasa dan kelompok rakyat.

"Nah, kemudian, yang namanya negara demokrasi, orang berpendapat itu boleh. Bertentangan dengan penguasa yang resmi, bertentangan dengan kelompok rakyat yang lain-lain itu. Tetapi apa, jadi point of conflict-nya itu, point of perbedaan-nya itu adalah yang bersangkutan dengan nasib bangsa," ujarnya.

Tonton juga video "Wamen LH: Pemda Sediakan Lahan-3% APBD Buat Proyek Sampah Jadi Energi"

(isa/jbr)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |