Jakarta -
Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menyebut kepemimpinan Presiden ke-2 RI, Soeharto, layak menjadi bahan pembelajaran generasi masa kini. Menurutnya, Soeharto merupakan presiden yang melihat bagaimana realitas yang terjadi di masyarakat.
"Saya kira, jika kita bicara tentang kepemimpinan Pak Harto, sejumlah karakter yang layak menjadi bahan pembelajaran bagi generasi masa kini, kalau saya lihat kepemimpinan Pak Harto itu, pertama, berpijak pada fakta dan realitas masyarakat," kata Fadli Zon dalam paparannya pada Seminar Nasional Kepemimpinan Jenderal Besar HM Soeharto di Universitas Trilogi, Jakarta Selatan, Rabu (24/6/2026).
"Apalagi fakta dan realitas masyarakat ketika itu sangat amburadul, ya. Pak Harto mewarisi satu keadaan yang sangat kacau dari rezim sebelumnya. Ekonomi hancur, inflasi sekitar 600 persen lebih, pertumbuhan minus, orang tidak bisa makan," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fadli mengungkap keikutsertaan Soeharto dalam beberapa perang mempertahankan kemerdekaan beberapa tahun setelah RI merdeka. Menurutnya, hal tersebut membentuk ketegasan Soeharto dalam pengambilan keputusan.
"Tegas dalam mengambil keputusan untuk kepentingan rakyat banyak, ya. Ini yang saya lihat dan ini sudah dibuktikan di dalam panjang cerita gitu ya, misalnya keterlibatan Pak Harto kepahlawanannya yang secara fisik di dalam perang mempertahankan kemerdekaan terutama pada episode '45 sampai episode '49 itu luar biasa. Misalnya beliau ikut di dalam Pertempuran Ambarawa, Pertempuran 5 Hari di Semarang, Serangan Umum 1 Maret 1949," katanya.
"Saya sebagai sejarawan jelas sekali di dalam dokumen-dokumen, termasuk di dalam kesaksian-kesaksian bahwa bunga pertempuran itu adalah Pak Harto di dalam Serangan Umum 1 Maret tahun 1949," sambungnya.
Fadli Zon juga mengungkap peran Soeharto pada dunia internasional. Dia menyebut Soeharto pernah menjadi mediator untuk konflik di beberapa negara tetangga.
"Prestasi-prestasi di dunia internasional yang juga tadi telah disampaikan, seperti ASEAN, kemudian juga APEC, Gerakan Non-Blok, dan juga sebagai mediator dari konflik-konflik yang ada di negara tetangga seperti di Filipina, kemudian di Kamboja seperti Jakarta Informal Meeting ketika itu," katanya.
Selain itu, Fadli Zon juga menyebut sejumlah kebijakan ekonomi era Soeharto juga dapat diikuti pada saat ini. Salah satunya, menurutnya, adalah program swasembada pangan.
"Saya kira banyak ya (kebijakan Soeharto yang bisa diterapkan saat ini). Kebijakan di sektor pertanian misalnya, kan berhasil sampai akhirnya mencapai swasembada pangan tahun 1984. Yang tadinya kita kelaparan, ya, kemudian sampai swasembada pangan, itu kan prestasi yang luar biasa," katanya.
Tonton juga video "Pameran 80 Lukisan Tokoh di Muskitnas hingga Raih Rekor MURI"
(yld/yld)


















































