Prabowo Akui Gaji Guru Kurang Baik, Komisi X DPR: Layaknya Minimal Rp 5 Juta

3 hours ago 2
Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto mengakui gaji guru dan PNS masih kurang baik lantaran uang negara terus dicuri pihak tak bertanggung jawab. Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian menyebut memang idealnya gaji guru minimal Rp 5 juta.

"Kami sudah menghitung di Komisi X, minimal Rp 5 juta itu adalah angka yang layak atau nominal yang paling pas untuk kesejahteraan guru," kata Lalu di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (24/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terkait ucapan Prabowo tersebut, Komisi X memandang positif. Memang gaji guru itu tidak mengalami kenaikan yang signjfikan.

"Sebenarnya kalau nggak naik itu nggak juga, naik. Tetapi memang tidak atau belum optimal. Nah, tentu presiden ingin menyampaikan pesan bahwa pemerintah hari ini sedang memformulakan besaran gaji guru yang ideal," sebutnya.

"Oleh sebab itu, walaupun demikian kami di Komisi X tetap mendorong agar gaji guru ini benar-benar naik sesuai dengan perhitungan yang layak," tambah dia.

Lalu mengatakan bahwa pada anggaran 2027, pemerintah sudah mempersiapkan anggaran kenaikan gaji guru. Lalu meyakini Prabowo selalu memikirkan kesejahteraan guru.

"Kami sudah melihat di postur anggaran 2027 ada itikad baik dari pemerintah untuk mempersiapkan anggaran dalam rangka kenaikan gaji guru dan tunjangan guru, baik yang ASN maupun non-ASN," tuturnya.

Adapun Prabowo menyampaikan soal gaji guru itu disampaikan Prabowo saat menghadiri acara penutupan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) di IAI Syaichona Mohammad Cholil, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Selasa (23/6/2026).

"Saya ingin sampaikan dalam forum ini karena saya ingin saudara-saudara NU sebagai pemimpin, sebagai ulama, sebagai guru, sebagai pembimbing rakyat, harus mengerti kenapa gaji guru tidak bisa baik, kenapa gaji pegawai negeri tidak bisa baik, kenapa anggaran selalu kurang, iya kan, karena uangnya nggak ada, diambil terus, saudara-saudara," kata Prabowo.

Prabowo mengatakan telah melibatkan para ahli untuk menghitung total kerugian negara akibat kekayaan negara yang bocor. Dia menyebut negara telah rugi hingga Rp 2.500 triliun.

"Kebocoran kita hitung, para ahli hitung sekarang adalah kurang lebih 150 miliar (USD) tiap tahun, Rp 2.500 triliun tiap tahun, saudara-saudara sekalian. Dan ini sedang saya perbaiki semua," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo mengaku sedih mengetahui kekayaan negara tidak dinikmati untuk kepentingan negara. Dia mengakui hal itu sebagai kelalaian berbagai pihak.

"Saudara-saudara sekalian, saya baru kurang lebih 18 bulan memimpin pemerintahan, saya sendiri syok, terkejut, sedih melihat berapa besar kekayaan kita yang hilang selama ini. Ini bukan kita cari kesalahan, kita anggaplah ini suatu kelalaian kita bersama," ujarnya.

Prabowo pun menegaskan akan menjaga kekayaan negara untuk kepentingan rakyat selama kepemimpinannya.

Tonton juga video "Prabowo soal Gaji-PNS Kurang Baik: Uangnya Gak Ada"

(ial/maa)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |