Polresta bekerjasama dengan pihak Imigrasi Bogor dan Bali mengamankan dua Warga Negara (WN) China pelaku pencurian di rumah mewah Bogor Selatan, Kota Bogor. Para pelaku yang mengenakan topeng bergambar pemain bola Lionel Messi ketika beraksi ini membawa kabur harta korban senilai Rp 1 Milyar.
"Kerugian yang dialami oleh korban ini berkisar hampir lebih dari 1 M (milyar)," kata Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota AKP Aji Riznaldi dalam pers rilis digelar Selasa (5/5/2026).
Aji merinci barang yang dicuri pelaku tergolong barang mewah. Salah satunya emas logam mulia.
"Yang mana dapat saya jelaskan, (barang yang dicuri) ada 10 jam tangan merk JC, kemudian logam mulia 150 gram, 5 buah cincin emas, 6 atau lebih aksesoris emas, 3 buah gelang emas, uang tunai sebesar 500 juta, uang tunai pecahan 2.000 rupiah dan 5.000 sebanyak 10 juta, 1 kunci cadangan mobil Expander, 1 STNK motor Honda Vario, 3 buah SIM, 2 SIM-C atas sama korban, dan 1 liontin emas 1 gram," beber Aji.
Sehari usai mencuri barang milik korban, para pelaku terbang ke negaranya. Satu bulan setelahnya, komplotan ini kembali ke Indonesia.
"Untuk barang-barang yang dibawa oleh mereka ini, pada saat sehari setelah kejadian, mereka langsung terbang ke negaranya. Satu bulan kemudian, barulah dua orang dari total empat orang ini, masuk ke wilayah Indonesia kembali dan tidak membawa barang-barang hasil curiannya itu. Iya barangnya masih di negaranya sana," kata Aji.
Pakai Topeng Lionel Messi
Aji menambahkan para pelaku menutupi wajahnya menggunakan topeng pemain bola asal Argentina, Lionel Messi ketika beraksi. Hal itu diduga agar wajahnya tidak terekam CCTV di rumah korban.
"Jadi berdasarkan di dalam CCTV rumah, berdasarkan analisa, ada terlihat dua orang pelaku berbadan tegap dan tinggi, sedangkan satu orang lainnya berbadan pendek. Kemudian ketiga pelaku menggunakan topeng bergambar wajah pemain sepak bola Argentina, Lionel Messi," kata Aji.
"Kemudian ketiga pelaku memakai sarung tangan hitam. Ketiga pelaku menggunakan sepatu sneaker. Pelaku menggunakan dua batang besi warna orange untuk membongkar pintu rumah dan brankas," imbuhnya.
Aji mengaku masih menyelidiki bagaimana para pelaku mengetahui rumah korban dalam kondisi kosong dan memiliki banyak harta. Saat kejadian, kata Aji, korban yang merupakan seorang pengusaha sedang berada di China.
"Korban ini WNI, dia pengusaha. Jadi pada saat kejadian ini rumah dalam keadaan kosong. Yang bersangkutan (korban) posisinya ada di negara China dan mengetahui kejadian ini melalui notif (pemberitahuan) di handphone," kata Aji.
(sol/isa)

















































