Korlantas Polri Optimalkan ETLE WIM di Langkat Sumut, Tindak Overdimensi Overload

3 hours ago 2

Langkat - Korlantas Polri tancap gas mengejar target Zero Over Dimensi dan Overload 2027. Kali ini wilayah hukum Polres Langkat, Sumatera Utara (Sumut), menjadi titik fokus optimalisasi penegakan hukum berbasis teknologi canggih.

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan analisa dan evaluasi (anev) sekaligus optimalisasi ETLE WIM yang dilaksanakan di wilayah hukum Polres Langkat. Agenda ini dilaksanakan di Kantor PT Hutama Karya Stabat, Selasa (5/5/2026).

Kegiatan ini melibatkan tim Subdit Dakgar Ditgakkum Korlantas Polri, Ditlantas Polda Sumatera Utara, serta pihak pengelola jalan tol dan stakeholder terkait lainnya. Ini merupakan bagian dari langkah strategis di bawah arahan Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho bersama Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Faizal dalam memperkuat sistem penindakan pelanggaran lalu lintas berbasis elektronik secara nasional.

Korlantas Polri Optimalkan ETLE WIM di Langkat SumutKorlantas Polri Optimalkan ETLE WIM di Langkat Sumut Foto: (dok Korlantas Polri)

Dalam pelaksanaannya, tim yang dipimpin Kombes Dwi Sumrahadi Rakhmanto melakukan sosialisasi serta pendalaman teknis terkait implementasi sistem WIM. Teknologi ini mampu mengukur berat dan dimensi kendaraan secara otomatis saat kendaraan melintas tanpa harus berhenti.

"Sistem ini terintegrasi langsung dengan ETLE sehingga dapat mendeteksi serta merekam pelanggaran kendaraan, khususnya angkutan barang yang melebihi kapasitas muatan maupun dimensi yang telah ditentukan," kata Kombes Dwi Sumrahadi.

Korlantas Polri Optimalkan ETLE WIM di Langkat SumutKorlantas Polri Optimalkan ETLE WIM di Langkat Sumut Foto: (dok Korlantas Polri)

Selain itu, dibahas pula rencana penerapan penindakan dengan pendekatan selective priority, yang difokuskan pada kendaraan dengan tingkat pelanggaran tinggi, terutama kategori over dimension dan over load. Langkah ini diharapkan mampu memberikan efek jera sekaligus meningkatkan kesadaran para pelaku usaha transportasi dalam mematuhi regulasi yang berlaku.

Implementasi WIM milik BUMN konstruksi ini juga didorong untuk menjadi percontohan bagi Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) lainnya dalam mengembangkan sistem ETLE berbasis WIM di ruas tol. Tidak hanya untuk pelanggaran overdimensi overload, sistem ini juga memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi berbagai jenis pelanggaran lalu lintas lainnya secara otomatis dan akurat.

Saat ini, perangkat ETLE WIM yang dikelola Hutama Karya Group bersama anak usahanya telah terpasang di 26 titik strategis yang tersebar mulai dari Lampung hingga Aceh, dan seluruhnya telah terintegrasi dengan sistem ETLE Nasional Korlantas Polri. Integrasi ini menjadi bagian penting dalam mewujudkan pengawasan lalu lintas yang modern, transparan, dan berkelanjutan.

Sebagai tindak lanjut dari kegiatan tersebut, jajaran kepolisian bersama stakeholder terkait berkomitmen untuk terus meningkatkan pengawasan dan penegakan hukum terhadap kendaraan angkutan barang, khususnya dalam menekan pelanggaran overdimensi overload. Sinergitas yang terjalin diharapkan mampu menciptakan sistem transportasi yang lebih tertib, aman, serta menjaga kualitas infrastruktur jalan tol dari kerusakan akibat kendaraan yang tidak sesuai spesifikasi.

Dengan kolaborasi yang semakin solid dan dukungan teknologi yang terus berkembang, implementasi ETLE WIM diharapkan menjadi langkah konkret dalam mencapai target nasional Zero Overdimensi Overload 2027 serta mendorong terwujudnya keselamatan lalu lintas yang berkelanjutan di Indonesia.

(hri/zap)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |