Ikut Dampingi Prabowo ke Rusia, Bahlil: Kami Perjuangkan Minyak-BBM

1 hour ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membeberkan permintaan Indonesia saat dirinya mendampingi Presiden Prabowo Subianto ke Rusia dua pekan lalu, dalam rangka menghadiri Eastern Economic Forum (EEF) ke-11.

Bahlil menyebutkan Indonesia tengah memperjuangkan pasokan minyak mentah (crude) dan Bahan Bakar Minyak (BBM) dari Rusia.

Bahlil menjelaskan bahwa dinamika geopolitik global mendorong setiap negara untuk memprioritaskan pemenuhan kebutuhan energi domestiknya masing-masing.

Berdasarkan catatannya, saat ini konsumsi BBM nasional mencapai sekitar 1,6 juta barel per hari (bph), sedangkan produksi atau lifting minyak dalam negeri berada di kisaran 600.000 hingga 610.000 bph. Ketimpangan tersebut membuat Indonesia harus melakukan impor sekitar 1 juta barel minyak per hari.

"Dan terakhir kemarin saya pulang dari Rusia mendampingi Bapak Presiden Prabowo dan melakukan ikatan bilateral dengan Presiden Rusia, itu salah satu di antara yang kita sedang perjuangkan adalah menyangkut dengan BBM, crude," kata Bahlil dalam acara InTechSea 2026, di Four Seasons Hotel Jakarta, dikutip Selasa (15/9/2026)

Menurutnya, ancaman gangguan pasokan energi nasional semakin tinggi lantaran sekitar 20-25% impor minyak mentah Indonesia melewati Selat Hormuz.

Di sisi lain, harga minyak dunia sempat melonjak hingga US$ 106 dolar AS per barel, berada jauh di atas asumsi APBN sebesar US$ 70 per barel serta rerata harga nasional periode Januari-September di kisaran US$ 85-90 per barel.

Untuk menekan tingginya harga minyak dunia saat ini, pemerintah mengalihkan sumber pasokan minyak dari Timur Tengah ke beberapa negara di Afrika, Angola, hingga berkomitmen memperoleh pasokan dari Rusia.

"Waktu saya melakukan negosiasi dengan Menteri Energi Rusia, orang mengatakan bagaimana dengan negara lain, adidaya dan segala macam? Saya katakan negara Indonesia ini negara merdeka, kita menganut mazhab politik bebas aktif, kita juga menganut mazhab ekonomi bebas aktif. Karena itu tidak boleh ada satu negara yang bisa mengintervensi atau mengatur Negara Kesatuan Republik Indonesia. Yang penting barang ada dan murah, itu yang paling penting," tegasnya.

Dengan begitu, Bahlil menegaskan kepastian pemerintah untuk menjaga stabilitas energi dan daya beli masyarakat. Pemerintah memastikan harga BBM bersubsidi di dalam negeri tidak akan mengalami kenaikan setidaknya hingga akhir tahun 2026.

"Dan sampai dengan sekarang alhamdulillah sudah kita komit Bapak, Ibu semua, untuk harga subsidi, harga subsidi sampai dengan 31 Desember, berapa pun harganya di dunia, tidak akan kita naikkan," tandasnya.

Seperti diketahui, pemerintah sudah menetapkan bahwa impor minyak Rusia ini dilakukan melalui Badan Layanan Umum (BLU) Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) dan bukan merupakan aksi korporasi dari PT Pertamina (Persero).

Ketentuan terkait Lemigas menjadi salah satu Badan Layanan Umum (BLU) yang dapat melakukan pengadaan, termasuk impor minyak mentah dan BBM ini diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 26 Tahun 2026.

Total Impor Minyak dari Rusia

Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Lingkungan Hashim Djojohadikusumo sebelumnya menyebutkan bahwa Indonesia mendapatkan 150 juta minyak mentah dari Rusia dengan harga khusus.‎ ‎

Hashim mengatakan, pasokan minyak yang didapatkan dengan harga khusus itu adalah hasil kunjungan Presiden Prabowo Subianto menemui Presiden Vladimir Putin di Istana Kremlin, Moskwa, pada Senin (13/4/2026).

‎"Indonesia sekarang sudah ada komitmen dari pemerintah Rusia, 150 juta barel kita bisa simpan di Indonesia untuk menghadapi masalah-masalah gejolak ekonomi," ucap Hashim saat memberikan acara Economic Briefing 2026 di Menara Patra Jasa, Jakarta pada Kamis (23/4/2026).

‎Awalnya dalam pertemuan dengan Putin, jelas Hashim, awalnya Rusia menyetujui mengirim 100 juta barel dengan harga khusus. Akan tetapi, jumlah itu akan ditambah Rusia sebesar 50 juta barel untuk Indonesia dalam menghadapi gejolak dunia.

‎"Dia (Prabowo Subianto) ke Moskow ketemu Presiden Putin selama 3 jam dan dapat komitmen dari Presiden Putin 100 juta barel minyak itu akan segera dikirim ke Indonesia. 100 juta barel dengan harga khusus. Dan apabila Indonesia perlu lagi tambahan, sudah ditambah 50 juta," tutur Hashim.

(wia) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |