Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Amran Sulaiman, mengungkap adanya sejumlah beras yang dipasarkan sebagai produk fortifikasi, namun tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan pemerintah. Produk-produk tersebut bahkan ditemukan dijual dengan harga jauh di atas harga wajarnya.
Salah satunya, beras dengan nama dagang berinisial WFO yang dijual hingga Rp57.600 per kilogram (kg). Padahal, harga wajarnya hanya sekitar Rp13.500 per kg.
Temuan tersebut disampaikan Amran saat mengekspos hasil pemeriksaan beras fortifikasi yang dilakukan pemerintah. Dari pemeriksaan terhadap produk yang beredar, pemerintah menemukan kandungan beras yang disebut tidak sesuai dengan klaim fortifikasi pada label.
"Ada dugaan beralih dari premium ke fortifikasi. Katanya fortifikasi. Setelah kita cek di lab, ada 4 lab kredibel, kita cek ternyata tidak sesuai dengan labelnya," ujar Amran dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Selasa (15/9/2026).
Ia memaparkan, WFO merupakan beras dengan kelas mutu medium. Namun, produk tersebut dijual seharga Rp57.600 per kg dengan klaim mengandung beras fortifikasi atau bervitamin. Padahal, harga wajarnya hanya Rp13.500 per kg. Dengan demikian, terdapat selisih Rp44.100 per kg.
Amran menyebut selisih tersebut sebagai dugaan penipuan. Bahkan, jika dihitung dalam satu truk berisi 10 ton beras, selisih harga tersebut bisa mencapai sekitar Rp440 juta.
"Ini Rp57.000 (per kg) harusnya Rp13.000 (per kg) harganya. Untungnya Rp44.100 per kg. Kalau 1 truk 10 ton itu Rp44 juta. Memang menggiurkan. Nah, ini tidak boleh. Kita sudah operasi pasar untuk menekan harga, ternyata ada juga penyimpangan di dalam," katanya.
Selain WFO, pemerintah juga menemukan sejumlah merek lain yang dinyatakan tidak memenuhi standar. Dari 27 merek yang diperiksa, sebanyak 25 merek dinyatakan tidak memenuhi standar (TMS).
Ia mengungkapkan merek-merek tersebut di antaranya: Idola Fortifikasi, Idola High Quality Whole Grain Rice, Idola Long Grain Rice, Ikan Mas Cupang, AAA Wijaya Kusuma, Cantik Manis, Penari Bangkok, Topi Koki Short Grain, Topi Koki Setra Royale, Topi Koki Long Grain Crystal, HOK-1 Gohan, Maknyuss Pulen Gizi, Anak Raja Fortifikasi, Anak Raja Nusantara, Top Anak Raja, PMS Induk Ayam, Sumo, Rasvit, FS Nutri Rice, Pelikan, Rice Rojolele, Super Kepala Beras Premium 111, 111 Golden Number, Putri Koki, dan Wellfarm Beras Diabet.
Amran mengatakan, pemeriksaan dilakukan menggunakan sejumlah laboratorium yang kredibel dan bersertifikat, termasuk laboratorium IPB dan BRIN.
"Ini labnya, kita pakai lab IPB, BRIN. Ini semua bersertifikat," ucap Amran.
Menurut dia, persoalan beras fortifikasi menjadi serius karena produk tersebut sejatinya ditujukan untuk kelompok masyarakat rentan. Di antaranya masyarakat miskin, ibu hamil, ibu menyusui, balita, serta kelompok yang mengalami stunting.
"Fortifikasi ini adalah untuk stunting, orang miskin, ibu hamil, menyusui, balita, bukan untuk penipuan oleh oknum, pemburu rente. Ini harus tegas," tegasnya.
Pemerintah memperkirakan dugaan praktik tersebut menimbulkan kerugian konsumen dalam jumlah besar. Amran menyebut estimasi dugaan kerugian dari persoalan beras fortifikasi mencapai Rp89 triliun.
"Diduga ya. Kita praduga tak bersalah. Itu diduga kerugian Rp89 triliun," ujar Amran.
Atas temuan tersebut, pemerintah mengambil langkah tegas terhadap produk yang dinilai bermasalah. Amran mengatakan, beras tersebut akan ditarik dari peredaran, izinnya dicabut, dan diproses secara hukum.
"Yang pertama, kami sudah perintahkan tarik, yang kedua cabut izinnya, yang ketiga diproses. Tegas. Dan konsumen jangan beli," pungkasnya.
Berikut Merek Beras Fortifikasi Tak Sesuai Standar:
- Idola Fortifikasi
- Idola High Quality Whole Grain Rice
- Idola Long Grain Rice
- Ikan Mas Cupang
- AAA Wijaya Kusuma
- Cantik Manis
- Penari Bangkok
- Topi Koki Short Grain
- Topi Koki Setra Royale
- Topi Koki Long Grain Crystal
- HOK-1 Gohan
- Maknyuss Pulen Gizi
- Anak Raja Fortifikasi
- Anak Raja Nusantara
- Top Anak Raja
- PMS Induk Ayam
- Sumo
- Rasvit
- FS Nutri Rice
- Pelikan
- Rice Rojolele
- Super Kepala Beras Premium 111
- 111 Golden Number
- Putri Koki
- Wellfarm Beras Diabet
(wur)
[Gambas:Video CNBC]
















































