Dinkes Banten Ungkap Masih Ada Ortu yang Tolak Anaknya Divaksin Campak

1 week ago 7

Serang -

Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten mengungkap kendala saat akan memberikan vaksin campak kepada anak dan balita. Dinkes Banten menyebut ada warga yang sempat menolak anaknya divaksin.

Kepala Dinkes Banten, Ati Pramudji Hastuti, memiliki target 380 ribu anak dan balita se-Banten mendapat vaksin campak. Namun dia menceritakan ada masyarakat yang menolak dan perlu diberi pemahaman lebih lanjut.

"Penolakan pasti ada. Jadi, dengan berbagai hal, mungkin saja karena mereka juga belum yakin manfaat yang ada. Tetapi, dengan adanya edukasi yang dilakukan, dibantu mulai pak RT, pak RW, kemudian dengan berbagai pihak, tentunya organisasi masyarakat ya, alhamdulillah tadinya penolakan pelan-pelan mau," ujar Ati, Jumat (24/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Ati, rata-rata orang tua menolak karena takut anaknya sakit. Namun pihaknya memberi penjelasan sampai akhirnya mau divaksin.

"Macam-macam alasan, takut sakit, anak saya sehat habis disuntik takut sakit, ya macam-macamlah ya. Ada yang khawatir vaksinnya haram, kita jelaskan kehalalan vaksin. Nggak dibiarkan, yang nggak mau kan edukasi dari banyak pihak akhirnya disuntik karena target kita 100 persen," kata Ati.

Ati menjelaskan sudah sekitar 68 persen dari target telah tercapai. Secara persentase hanya sebagian kecil masyarakat yang awalnya menolak divaksin.

"8 persen dari 68 persen, tapi yang menolak itu akhirnya bisa. Awalnya dia nggak mau, kita rayu dulu sampai dia mau," katanya.

Pihaknya akan mengebut program vaksin pada akhir bulan April ini. Ia berharap Banten bisa mencapai angka 100 persen pada akhir April.

"Untuk imunisasi massal ini kita sudah di angka 68 persen. Harapan kami di akhir bulan April ini untuk imunisasi massal campak ini sudah selesai, jadi doanya saja biar selesai sehingga untuk penularan sudah mulai berkurang," katanya.

Tonton juga video "Menkes Singgung Kelompok Antivaksin dalam Tantangan Penanganan Campak"

(aik/idn)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |