Jakarta - Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, menyoroti pendiri pondok pesantren (ponpes) di Pati, Jawa Tengah, berinisial AS ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pemerkosaan terhadap santriwatinya. Cucun meminta pelaku ditindak tegas.
"Ini harus disikapi dengan serius. Darurat kekerasan seksual di lingkungan pendidikan termasuk di Ponpes, harus ditindak tegas," kata Cucun kepada wartawan, Rabu (6/5/2026).
Cucun mengatakan tersangka harus diberi sanksi tegas lantaran sudah mencoreng lembaga pendidikan pesantren. Ia menyebut harus ada efek jera bagi pelaku.
"Dan penegakan hukum harus memberi sanksi berat agar ada efek jera bagi pelaku kekerasan seksual di lingkungan pendidikan. Baik di pesantren, perguruan tinggi, maupun sekolah," ungkapnya.
Waketum PKB ini juga meminta pemulihan bagi korban dilakukan oleh negara. Cucun ingin perlindungan bukan hanya diberikan ke korban, tetapi juga keluarganya.
"Hak-hak pemulihan korban juga harus dipenuhi. Penegak hukum bersama instansi terkait harus memberikan perlindungan penuh kepada para korban dan keluarga mereka," kata Cucun.
"Pesantren selama ini tumbuh dari kepercayaan masyarakat, bukan hanya sebagai institusi pendidikan, tetapi sebagai ruang yang diasosiasikan dengan nilai, etika, dan perlindungan," tambahnya.
Lebih lanjut, Cucun meminta pemerintah menyiapkan langkah penyusunan standar nasional perlindungan santri di lembaga pendidikan. Ia ingin Kementerian Agama turut serta mengevaluasi hal itu.
"Harus ada juga penguatan fungsi pembinaan dan pengawasan pesantren oleh Kementerian Agama yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi menyentuh aspek keamanan dan perlindungan," jelas Cucun.
Sebagai informasi, AS ditetapkan sebagai tersangka usai dilaporkan atas dugaan pemerkosaan santriwati. Pihak korban menyebut AS berdalih sebagai keturunan nabi sehingga apa yang dilakukannya halal.
Polisi telah memanggil AS, namun AS mangkir. Polisi kembali memanggil AS untuk diperiksa sebagai tersangka besok. Kemenag juga telah memberikan sanksi penghentian penerimaan santri baru di pesantren tersebut.
Tonton juga video "Kronologi Kaburnya Predator Seks Santri di Pati"
(dwr/azh)

















































