Vibes Stadion Taman Sari Mirip Brasil, Ternyata Sudah Ada Sejak Era 80-an

2 hours ago 2

Jakarta -

Stadion Taman Sari, Jakarta Barat, menarik perhatian karena suasana di sekitar lapangan dinilai memiliki nuansa seperti di Brasil. Bangunan-bangunan tua di sisi lapangan menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi warga yang datang.

Namun, stadion yang kini kerap menjadi lokasi olahraga hingga spot foto itu ternyata telah berdiri sejak puluhan tahun lalu. Petugas Stadion Taman Sari, Rosidi (46) dan Purwanto (39), menceritakan sejarah awal kawasan tersebut.

Menurut mereka, area Stadion Taman Sari dulunya merupakan rawa dan tanah kosong. Tanah tersebut kemudian dihibahkan oleh sebuah perkumpulan Tionghoa untuk dimanfaatkan sebagai tempat olahraga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau sejarahnya lihat di data, ini tanah hibahnya perkumpulan Tionghoa," kata Rosidi saat ditemui detikcom, Sabtu (19/9/2026).

Rosidi mengatakan lapangan olahraga di lokasi tersebut mulai terbentuk sekitar era 1970-an. Sementara lapangan sepakbola sudah digunakan sekitar awal 1980-an.

"81-an. Soalnya Dono itu syuting 82-an. Lapangan masih baru tuh. Catnya juga masih pada bagus," ujarnya.

Jejak sejarah itu juga terlihat dari sejumlah aktivitas sepakbola yang pernah berlangsung di Stadion Taman Sari. Menurut Rosidi, Persijabarat pernah menjadikan lokasi tersebut sebagai markas sebelum berpindah ke Cendrawasih.

"Tunas Jaya juga di sini, sebelum di Cendrawasih. Ini basecamp-nya Tunas Jaya," tuturnya.

Selain sejarahnya, tampilan bangunan di sekitar stadion kini menjadi daya tarik tersendiri. Bangunan-bangunan tua di sisi lapangan memberikan kesan klasik yang oleh sebagian pengunjung dianggap mirip suasana di Brasil.

Rosidi mengatakan bangunan tersebut memang telah berusia puluhan tahun. Bagian yang tampak menghitam atau terkelupas pada sejumlah bangunan menjadi bukti bangunan yang telah dimakan usia.

Menurutnya, bagian yang terlihat hitam juga merupakan besi yang mulai tampak karena lapisan bangunan telah terkelupas.

"Bangunannya udah dimakan usia," ujarnya.

Meski begitu, ada pengunjung yang justru meminta tampilan tersebut dipertahankan. Bahkan, kata Rosidi, sejumlah anak muda sengaja datang untuk berfoto dengan latar bangunan tua tersebut.

"Pesannya sampai sekarang tuh kalau ketemu, 'Bang, jangan dicat, ya'" katanya.

Rosidi menyebut bangunan di sekitar stadion awalnya memiliki warna hijau dan kuning. Warna tersebut semakin memperkuat kesan yang disebut pengunjung mirip Brasil.

"Itu aslinya hijau kuning kayak Brasil. Betul, hijau-kuning kayak Brasil," ujarnya.

Tak hanya digunakan untuk berolahraga, Stadion Taman Sari juga mulai dimanfaatkan sebagai lokasi berfoto. Anak muda hingga mahasiswa telah cukup lama datang untuk mengabadikan gambar di lokasi tersebut.

Bahkan, belum lama ini ada enam anak muda dari Depok yang datang khusus untuk melakukan pemotretan.

"Ada. Belum lama ada tuh yang anak-anak muda, berapa enam orang dari Depok. Kayak photoshoot gitu. Foto doang," jelasnya.

Untuk sekadar berfoto menggunakan ponsel, pengunjung tidak dikenakan biaya khusus. Namun, untuk kegiatan komersial, pengunjung perlu mengikuti ketentuan yang berlaku.

Stadion Taman Sari juga pernah menjadi salah satu titik yang dikunjungi rombongan tur. Lokasinya yang berada tidak jauh dari kawasan bersejarah seperti Kota Tua dan kawasan Gajah Mada membuat tempat ini turut dilirik dalam rute wisata.

(bel/ygs)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |