Sinergi BPJPH-Kemenpar Antar RI ke Peringkat 2 Wisata Ramah Muslim Dunia

3 hours ago 1

Jakarta -

Indonesia kembali mencatatkan prestasi di tingkat global dengan meraih peringkat kedua sebagai Muslim-Friendly Destination of The Year dalam ajang Global Muslim Travel Index (GMTI) Awards 2026. Indonesia berhasil naik tiga peringkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di posisi kelima pada 2025 sebuah lompatan penting bagi daya saing parisata ramah Muslim Indonesia.

Pemeringkatan GMTI menggunakan kerangka penilaian ACES (Access, Communication, Environment, and Services) yang mencakup 17 indikator, salah satunya ketersediaan pilihan makanan halal dengan total skor 79, menjadikan capaian tertinggi sepanjang keikutsertaan Indonesia dalam GMTI.

Peningkatan peringkat yang pesat ini disambut baik oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) sebagai bukti nyata semakin kuatnya ekosistem halal nasional yang dibangun secara kolaboratif oleh pemerintah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Capaian ini menunjukkan bahwa Indonesia semakin diakui dunia sebagai destinasi yang mampu menghadirkan kenyamanan dan kepastian layanan bagi wisatawan Muslim. Salah satu faktor penting dalam penguatan ekosistem tersebut adalah tersedianya produk dan layanan halal yang terpercaya melalui implementasi Jaminan Produk Halal," ujar Kepala BPJPH, Haikal Hasan (Babe Haikal) dalam keterangannya, Selasa (23/6/2026).

Penghargaan peringkat kedua untuk Indonesia sebagai Muslim-Friendly Destination of The Year dalam ajang Global Muslim Travel Index (GMTI) Awards 2026 diterima oleh Sekretaris Kementerian Pariwisata, Bayu Aji menerima, di Balestier Ballroom, Aloft Singapore Novena, Kamis (18/6).

Menurut Babe Haikal, ketersediaan makanan dan minuman halal merupakan salah satu aspek penting dalam penilaian destinasi wisata ramah Muslim. Oleh karena itu, BPJPH terus mempercepat implementasi Jaminan Produk Halal melalui sertifikasi halal bagi pelaku usaha, termasuk usaha mikro dan kecil yang menjadi bagian penting dalam rantai pasok sektor pariwisata.

Kemudian, BPJPH juga mengapresiasi berbagai upaya yang dilakukan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bersama seluruh pemangku kepentingan dalam mengembangkan destinasi wisata ramah Muslim di Indonesia. Sinergi lintas sektor tersebut dinilai menjadi kunci dalam memperkuat posisi Indonesia di pasar wisata halal dunia.

Ke depan, BPJPH akan terus memperkuat kolaborasi dengan Kemenpar, pemerintah daerah, pelaku usaha, asosiasi industri, serta berbagai pihak terkait untuk memperluas implementasi Jaminan Produk Halal di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

"Capaian ini harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas ekosistem halal Indonesia. Dengan dukungan seluruh pihak, kami optimistis Indonesia dapat menjadi destinasi wisata ramah Muslim terbaik dunia sekaligus pusat ekosistem halal global yang berdaya saing dan berkelanjutan," ujarnya.

Sebelumnya, sejak tahun 2025 hingga tahun 2026 ini BPJPH bersama dengan Kemenpar berkolaborasi dalam memfasilitasi penerbitan puluhan ribu sertifikat halal gratis bagi Pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) di berbagai desa wisata. Inisiatif ini dirancang untuk meningkatkan kualitas produk, standar layanan, dan daya saing pariwisata halal di Indonesia.

Hingga berita ini turunkan, BPJPH telah menerbitkan 31.617 Sertifikat Halal diterbitkan yang terdiri dari 1.372 desa di 37 Provinsi seluruh Indonesia.

Capaian ini mendapat apresiasi dari Menteri Pariwisata (Menpar), Widiyanti Putri Wardhana kepada Babe Haikal dalam acara Penyerahan Sertifikat Halal secara Simbolis bagi Pelaku Usaha Desa Wisata di Desa Wisata Jatimulyo, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu (31/5).

"Kami sangat mengapresiasi BPJPH atas program sertifikasi halal ini. Ke depan, sinergi ini akan terus diperkuat agar destinasi wisata Indonesia semakin berkualitas, berkelanjutan, berdaya saing, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujar Widiyanti.

Tonton juga video "Strategi Menpar Amankan Pariwisata RI dari Imbas Konflik Timur Tengah"

(ega/ega)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |