Saat Helm hingga Botol Ikut Antre Pendaftaran SD di Sukabumi

2 hours ago 1

Jakarta -

Suasana subuh yang masih buta dan dingin di Jalan Raya Kota Sukabumi, Jawa Barat, mendadak dipadati sejumlah orang tua murid yang ingin mendaftarkan anaknya ke sekolah dasar (SD). Ratusan orang tua murid tampak sudah berjejal, duduk lesehan di sepanjang trotoar depan pintu gerbang besi yang masih terkunci rapat.

Sejak pukul 04.00 WIB, orang tua siswa sudah memadati area luar Sekolah Dasar Negeri Cipta Bina Mandiri (SDN CBM) Suryakencana, Kota Sukabumi, demi mendaftarkan buah hati mereka. Antrean panjang yang didominasi kaum ibu ini tampak mengular hingga ke halaman sekitar sekolah karena pihak panitia membatasi jumlah pendaftar harian.

Pemandangan unik terlihat di tengah antrean tersebut, botol minum (tumbler), buku, tas berkas, hingga helm motor sengaja diletakkan berjejer rapi di atas aspal oleh para orang tua sebagai pengganti diri dan penanda urutan nomor antrean. Padahal, pintu gerbang sekolah baru dijadwalkan dibuka oleh panitia pada pukul 07.30 WIB.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah seorang calon orang tua siswa, Fitria, mengaku nekat datang sebelum fajar menyingsing karena belajar dari pengalaman pahit di hari sebelumnya. Pada hari pertama pendaftaran, ia harus gigit jari karena datang terlambat dan kehabisan kuota nomor pendaftaran.

"Pengalaman hari pertama nggak kebagian nomor. Jadi nyobain subuh, ternyata jam 4 udah ada yang antre. Saya datang jam setengah lima dan di sini sistemnya dibatasi katanya per hari cuma seratus kuota. Sekarang ini sudah hari kedua. Ya bela-belain begini karena sekolah ini favorit, jadi orang-orang lebih tahu dan kualitas anak dijamin di sini," ujar Fitria, dilansir detikJabar, Selasa (23/6/2026).

Senada dengan Fitria, perjuangan berburu kursi sekolah dasar ini juga dirasakan oleh Sandi Saepul Bakri. Pria yang ikut mengantre subuh-subuh ini rela menggunakan botol minum miliknya sebagai penanda barisan antrean agar tidak tergeser oleh orang tua lain.

"Hari pertama kemarin saya datang jam 7 pagi, tapi ternyata sudah enggak kebagian karena sudah dijatah 100 per hari. Makanya sekarang datang lebih awal, jam setengah lima kurang lima subuh," kata Sandi.

Simak selengkapnya di sini.

(yld/idh)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |