Ketua DPP PDI Perjuangan, Puan Maharani, merespons pertemuan para sekretaris jenderal (sekjen) partai politik (parpol) koalisi pendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang digelar baru-baru ini. Puan menyebut PDIP belum mengetahui isi pembicaraan dalam pertemuan tersebut.
"Ya belum tahu apa isinya karena kan tidak ada (kader PDIP) yang ada di situ," kata Puan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Puan menduga pertemuan tersebut membahas persiapan menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Indonesia. Meski begitu, Puan mengaku akan bertanya langsung mengenai isi pertemuan antarsekjen parpol koalisi tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Namun, ya pasti harusnya itu pertemuan untuk membicarakan bagaimana ke depannya setelah 81 tahun ini. Dan mungkin nanti saya akan tanya apa isi pembicaraannya," ungkap dia.
Diketahui, pertemuan para sekjen digelar pada Kamis (13/8/2026) malam. Sekjen Partai Gerindra, Sugiono, menjadi tuan rumah pertemuan tersebut.
Sugiono menuturkan pertemuan itu berlangsung dalam suasana makan malam yang akrab. Silaturahmi itu disebut menjadi ruang silaturahmi kebangsaan sekaligus refleksi atas perjalanan hampir dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Sugiono mengatakan pertemuan tersebut merupakan ajang silaturahmi sekaligus momentum untuk memperkuat komunikasi antarparpol koalisi menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
"Pertemuan ini merupakan silaturahmi yang selama ini belum sempat dilakukan. Kami berkumpul dalam suasana kekeluargaan untuk menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus merefleksikan perjalanan koalisi selama hampir dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka," kata Sugiono dalam keterangan kepada wartawan.
Sejumlah sekjen yang hadir antara lain berasal dari Partai Gerindra, Partai Golongan Karya, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional, Partai Keadilan Sejahtera, Partai NasDem, Partai Solidaritas Indonesia, Partai Bulan Bintang, Partai Gelora, Partai Garuda, dan Partai Rakyat Adil Makmur.
Menurut Sugiono, kehadiran para sekjen dari partai Koalisi Indonesia Maju tersebut merupakan bentuk komunikasi politik yang terus dijaga dalam mengawal kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Kabinet Merah Putih.
(dwr/isa)


















































