Ahmad Muzani Serukan Penguatan Kedaulatan RI dari SDA hingga Palestina

7 hours ago 3

Jakarta -

Ketua MPR RI, Ahmad Muzani menegaskan komitmen Indonesia untuk menjaga kedaulatan nasional melalui pengelolaan sumber daya alam (SDA) yang berkeadilan, berkelanjutan, dan tetap memperhatikan kelestarian ekologi. Menurutnya, pengelolaan kekayaan alam harus sepenuhnya diarahkan bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat sesuai amanat konstitusi.

Hal itu disampaikan Muzani dalam pidatonya pada Sidang Tahunan MPR RI 2026, Sidang Bersama DPR-DPD RI, dan Pidato Kenegaraan Presiden dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Ruang Rapat Paripurna, Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8).

Ia menegaskan Pasal 33 UUD NRI Tahun 1945 menjadi landasan utama dalam pengelolaan SDA yang kemudian diperkuat melalui Ketetapan MPR Nomor IX/MPR/2001 tentang Pembaruan Agraria dan Pengelolaan Sumber Daya Alam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Muzani memberi contoh kebijakan pemerintah yang dianggapnya baik, yakni tata kelola ekspor satu pintu melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI). Kebijakan tersebut, katanya, dapat memperkuat penerimaan negara, pengelolaan Devisa Hasil Ekspor (DHE), serta mencegah praktik under invoicing dan transfer pricing yang merugikan negara. Langkah itu sekaligus dinilai dapat memperkuat posisi tawar Indonesia dalam perdagangan global.

Dalam pidatonya, Muzani mengaitkan pengelolaan SDA dengan makna kedaulatan yang lebih luas. Kedaulatan, menurutnya, merupakan kemampuan bangsa menentukan jalannya sendiri, menjaga wilayah, melindungi rakyat, mengelola kekayaan nasional, serta mengambil sikap berdasarkan kepentingan nasional. Dalam menghadapi dinamika geopolitik, Indonesia tetap berpegang pada politik luar negeri bebas aktif dan mendorong penyelesaian konflik melalui diplomasi.

Muzani tegas menyerukan penghentian perang di Timur Tengah (Timteng) dan berbagai belahan dunia. Meja perundingan, harus tetap menjadi jalan utama dalam menyelesaikan perbedaan antarnegara. Ia mengutip ungkapan yang kerap disampaikan Presiden Prabowo Subianto, 'Seribu kawan terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak,' sebagai pengingat pentingnya memperluas persahabatan dan menjaga hubungan antarbangsa.

Terkait Palestina, Muzani menegaskan sikap Indonesia tidak berubah. Dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina, berakar pada sejarah perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajahan sekaligus amanat konstitusi. Indonesia akan terus mendukung hak rakyat Palestina untuk merdeka, berdaulat, dan hidup bermartabat di tanah airnya sendiri.

"Rakyat dan bangsa Indonesia akan terus berdiri bersama rakyat Palestina," tegas Muzani dalam keterangannya, Jumat (14/8/2026).

Memasuki usia 81 tahun kemerdekaan, Muzani mengingatkan pembangunan nasional tidak boleh hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi dan kemajuan teknologi. Generasi muda harus dipersiapkan menjadi penggerak perubahan yang menguasai teknologi, tetapi tetap memiliki integritas, karakter kebangsaan, dan kepedulian terhadap sesama serta lingkungan.

Ia menegaskan kemajuan sejati harus mampu mengembangkan ekonomi tanpa mengorbankan lingkungan dan membuka diri terhadap perkembangan dunia tanpa kehilangan kedaulatan. Pembangunan juga harus berakar pada Pancasila agar manfaatnya tidak hanya dirasakan generasi sekarang, tetapi turut menjamin keberlanjutan kehidupan generasi mendatang.

Karena itu, momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI harus menjadi kesempatan untuk meneguhkan kembali komitmen menjaga Indonesia sebagai rumah bersama. Muzani mengajak seluruh elemen bangsa merawat Pancasila sebagai titik temu dan menjalankan demokrasi dengan semangat kekeluargaan, sembari menjaga persatuan melalui keadilan, keteladanan, dialog, dan rasa saling percaya.

Selain itu, ia menegaskan kritik tidak semestinya menjadi alat untuk merobek persatuan, sementara persatuan juga tidak boleh dijadikan alasan untuk membungkam perbedaan pendapat. Mengutip falsafah Jawa, 'ngluruk tanpa bala, menang tanpa ngasorake, sekti tanpa aji-aji, sugih tanpa bandha', Muzani mengingatkan bahwa kemenangan sejati bukanlah kemenangan yang meninggalkan luka, melainkan kemenangan yang tetap menjaga persaudaraan di tengah perbedaan.

(akn/ega)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |