Sekar Agni Negeri Apresiasi Kiprah Rini Widyantini di Reformasi Birokrasi

4 hours ago 1

Jakarta - detikcom kembali menghadirkan program apresiasi Sekar Agni Negeri, sebuah inisiatif yang mengangkat kisah perempuan-perempuan hebat Indonesia yang berkontribusi bagi kemajuan bangsa. Program ini menjadi ruang penghargaan bagi para perempuan yang telah menorehkan dedikasi dan kerja nyata untuk Republik Indonesia.

Program ini dikemas dalam segmen spesial di detikPagi, melalui wawancara khusus yang sekaligus menjadi momen pemberian penghargaan dan disiarkan secara live streaming.

Sejalan dengan itu, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini turut menjadi salah satu sosok perempuan yang diapresiasi dalam program ini.

Rini Widyantini menjabat sebagai Menteri PANRB sejak (21/10/2024) dan menjadi perempuan pertama yang menduduki posisi tersebut di Indonesia. Ia merupakan birokrat karier yang memulai pengabdian di Kementerian PANRB sejak 1990-an, dengan perjalanan karier mulai dari Analis Kebijakan, Kepala Bidang, Asisten Deputi, Deputi Bidang Kelembagaan dan Tata Laksana (2013-2021), hingga Sekretaris Kementerian PANRB (2022-2024).

Dalam reformasi birokrasi, Rini mendorong penguatan Pengarusutamaan Gender (PUG) sebagai bagian dari tata kelola pemerintahan. Implementasi kebijakan tersebut terlihat dari keterwakilan perempuan pada jabatan pimpinan tinggi yang mencapai lebih dari 17 persen di instansinya, serta penguatan kebijakan afirmasi dan inklusi sosial dalam lingkungan aparatur sipil negara.

PUG tersebut juga menjadi bagian dari agenda pembangunan nasional dalam RPJPN 2025-2045, yang diwujudkan melalui berbagai kebijakan untuk memperkuat peran strategis perempuan dalam organisasi pemerintahan. Selain itu, Rini juga mendukung Ikatan Pimpinan Tinggi (IPIMTI) Perempuan Indonesia sebagai ekosistem penguatan peran perempuan dalam reformasi birokrasi.

Dalam wawancara bersama detikPagi, Rini menekankan pentingnya peningkatan kualitas layanan publik di sektor birokrasi dan keberhasilan birokrasi ada pada kepuasan masyarakat.

"Kalau kita sudah merasa puas, nanti kita jadi tidak melihat kebutuhan masyarakat itu apa. Jadi kita harus terus berinovasi. Saya ingin, kalau masyarakat itu mudah mendapatkan layanan dan tidak menyulitkan, berarti birokrasi sudah beres. Tapi kalau masih susah, berarti PR saya masih banyak," kata Rini Widyanti, dikutip dari detikPagi, Rabu (6/5/2026).

Terkait kesetaraan gender, Rini menyoroti pentingnya keberanian perempuan dalam menentukan pilihan hidupnya sendiri dan memiliki kendali atas hidupmya sendiri tanpa tekanan.

"Kita kembali ke Kartini. Semboyannya sederhana: mau atau tidak. Kita harus punya keinginan dulu, punya prinsip, kita ingin melakukan apa, Jangan sampai orang lain yang menentukan hidup kita. Kita harus menentukan diri kita sendiri," tegasnya.

Rini juga menilai ruang kesetaraan kini semakin terbuka melalui sistem yang lebih adil serta pentingnya membangun ekosistem kerja yang inklusif.

"Sekarang ruang sudah terbuka, undang-undang sudah mengatur dengan sistem merit. Tinggal kita mau atau tidak, dan bagaimana kita memberi makna di mana pun kita berada. Kita semua, dalam gender apa pun, harus membangun ekosistem bersama. Pekerjaan domestik bukan hanya tanggung jawab satu pihak," tuturnya.

Menutup pernyataannya, Rini kembali menegaskan pentingnya kolaborasi dan kesempatan yang setara.

"Semua setara, semua bisa berkarya, dan semua bisa menjadi apa saja," pungkasnya.

(anl/ega)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |