Polisi Sudah Periksa 39 Saksi Terkait Tabrakan Kereta di Stasiun Bekasi Timur

1 hour ago 1

Jakarta - Polda Metro Jaya masih menyelidiki kasus tabrakan kereta api (KA) Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur. Sebanyak 39 saksi telah diperiksa.

"Pemeriksaan saksi sampai saat ini, penyidik telah meminta keterangan terhadap 39 orang saksi," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jumat (8/5/2026).

Dari 39 saksi itu terdiri dari 1 saksi pelapor, 2 saksi dalam laporan polisi, 11 korban, 8 saksi sekitar kejadian, 2 pihak pengemudi dan operasional kendaraan, 8 pihak operasional perkeretaapian, 3 saksi dari instansi terkait, dan 4 saksi dari perusahaan taksi online.

"Pemeriksaan lanjutan difokuskan tentang unsur teknis perkeretaapian, instansi terkait. Serta pihak yang berkaitan dengan operasional kendaraan taksi online," jelasnya.

Kombes Budi menyampaikan penyidik Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya sedang melakukan pemeriksaan terhadap tiga orang saksi dari PT KAI Daop 1 Manggarai, Jakarta Pusat hari ini. Yaitu, Kepala Sintal atau Sintetis Sinyal dan Telekomunikasi inisial AP, Petugas Pengawas Selatan inisial CN, dan Customer Service on Train Kereta Api Listrik inisial MA.

Pemeriksa saksi dari PT Hans SM Green and Smart Mobility Indonesia juga sudah diambil keterangannya yaitu KS selaku Driver Recruitment Manager, MI selaku Bagian Training/Pelatihan Sopir, BM selaku Bagian Repair and Maintenance Control Manager, saudara SF selaku Dept Manager Operasional Bekasi, dan pengemudi berinisial RR.

"Sampai saat ini proses masih berjalan, dan secara simultan penyidik Polda Metro Jaya, Puslabfor Bareskrim Polri bersama KNKT seiring sejalan melakukan pendalaman sesuai dengan tugas pokok masing-masing," tuturnya.

Kasus kecelakaan ini sudah naik ke tahap penyidikan setelah ditemukannya unsur pidana dalam gelar perkara yang dilakukan. Pihak kepolisian masih melakukan serangkaian pendalaman.

Sebagaimana diketahui, KA Argo Bromo Anggrek menabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4) malam. Peristiwa itu menyebabkan 16 orang meninggal dunia, dan 90 orang lainnya terluka.

Saat kecelakaan, taksi Green SM sempat terhenti di tengah rel kereta api yang tak jauh dari Stasiun Bekasi Timur karena masalah korsleting, kemudian tertemper KRL yang melaju dari Cikarang ke arah Jakarta. KRL yang terlibat kecelakaan dengan taksi itu kemudian terhenti di tengah rel.

Di sisi lain, ada KRL arah Cikarang yang terhenti di Stasiun Bekasi Timur imbas insiden antara KRL arah Jakarta dan taksi Green SM. KRL yang terhenti di Stasiun Bekasi Timur inilah yang kemudian ditabrak KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah Jakarta. (dvp/idn)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |