Menkomdigi Hadiri Rakernis Reskrim, Apresiasi Inovasi Polri Tangani Kasus Siber

2 hours ago 1

Jakarta - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menghadiri Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Reskrim Polri. Dalam kesempatan tersebut, Meutya mengapresiasi berbagai terobosan Polri dalam menangani kejahatan berbasis digital dan teknologi.

"Kami dari Kemkomdigi ingin apresiasi, kami amat terbantu dalam kerangka membuat ranah digital yang lebih aman," ujar Meutya Hafid di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis (7/5/2026).

Meutya menilai saat ini modus kejahatan telah bertransformasi dengan memanfaatkan digitalisasi. Terkait itu, dia memuji langkah Polri yang terus memodernisasi layanan publik, mulai dari sistem pelaporan hingga teknik penelusuran kasus.

"Kami apresiasi sekali banyak terobosan-terobosan baru, sehingga layanan-layanan yang bersifat digital baik dari sisi pelaporan maupun juga kemudian penelusuran itu ditingkatkan," tuturnya.

Meutya berharap kolaborasi antara Kemkomdigi dan Korps Bhayangkara bisa semakin kuat, terutama dalam memberantas kejahatan yang menjadi atensi Presiden Prabowo Subianto.

"Termasuk di antaranya judi online, kemudian scam, dan kejahatan-kejahatan lain apalagi yang menyasar anak-anak dan kaum rentan. Ini bisa kita lakukan dengan lebih baik lagi ke depan," imbuh Meutya.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa Rakernis ini bertujuan untuk memperkuat profesionalisme penyidik. Penguatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi penting di tengah perkembangan situasi global yang memunculkan celah hukum baru.

"Rakernis kali ini adalah bagian dari upaya dari Bareskrim dan jajaran untuk terus meningkatkan profesionalisme dengan penguatan kualitas dan kemampuan SDM," kata Jenderal Sigit.

Jenderal Sigit menekankan bahwa sinergisitas antar-lembaga sangat penting untuk melaksanakan penegakan hukum secara optimal. Terlebih, saat ini Polri mulai melakukan penyesuaian terhadap paradigma KUHP dan KUHAP yang baru.

"KUHP dan KUHAP yang baru saat ini mulai berlaku dan tentunya ini juga perlu ada penyesuaian-penyesuaian. Kita ingin memberikan harapan baru terkait dengan paradigma baru yang banyak memberikan ruang keadilan restoratif (restorative justice) di semua tingkatan," tuturnya.

Eks Kabareskrim Polri itu berkomitmen terus mengikuti perkembangan kejahatan transnasional yang mencari celah lewat modus operandi baru. Dia memastikan Polri akan terus memberikan rasa aman dan keadilan, khususnya bagi masyarakat kelompok rentan.

"Juga melakukan penegakan hukum secara tegas dan tuntas terhadap para pelaku-pelaku kejahatan yang membahayakan negara, membahayakan masyarakat, dan juga tentunya bagaimana kita terus meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat khususnya kelompok kelompok rentan," tegas Sigit.

"Di satu sisi juga bagaimana kita terus mengikuti perkembangan kejahatan-kejahatan transnasional yang tentu terus berkembang untuk mencari celah-celah untuk melakukan modus-modus operandi kejahatan baru," pungkasnya.

Simak juga video 'Tegaskan Narasi Amien Rais Hoaks, Menkomdigi: Berpotensi Memecah Bangsa':

(ond/yld)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |