Menko Pangan Dorong Percepatan Aktivasi SPPG di Wilayah 3T

1 hour ago 1

Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan memastikan kesiapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sorong Moisegen Klasof, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, untuk segera diaktivasi guna melayani Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi masyarakat di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).

Saat berkunjung ke lokasi, Zulkifli Hasan atau Zulhas berdialog dengan anak-anak Sekolah Dasar (SD) dan Taman Kanak-Kanak (TK) di sekitar SPPG. Ia menanyakan apakah mereka sudah sarapan sebelum berangkat sekolah. Sebagian besar anak mengaku belum makan pagi.

Zulhas menilai kondisi tersebut menunjukkan pentingnya kehadiran Program MBG di wilayah 3T. Bagi anak-anak di daerah dengan keterbatasan akses terhadap pangan bergizi, makanan yang disediakan melalui program tersebut bukan sekadar tambahan, tetapi juga bagian penting untuk memenuhi kebutuhan gizi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tadi saya tanya anak-anak, sudah sarapan atau belum. Ternyata banyak yang belum makan pagi. Karena itu, Program Makan Bergizi Gratis sangat penting, terutama untuk anak-anak kita di wilayah 3T. Kita ingin memastikan mereka mendapatkan makanan yang bergizi, aman, dan berkualitas," ujar Zulhas dalam keterangan tertulis, Kamis (3/9/2026).

SPPG Moisegen Klasof berada sekitar 60 kilometer dari Kota Sorong. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat aktivasi SPPG di wilayah 3T, khususnya daerah dengan prevalensi stunting tinggi dan keterbatasan akses terhadap pangan bergizi.

Zulhas menegaskan pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap percepatan aktivasi SPPG di wilayah 3T. Pada tahap pertama, 111 SPPG di sembilan provinsi diprioritaskan untuk diaktivasi. Papua Barat Daya menjadi salah satu provinsi prioritas dengan 14 SPPG 3T yang siap beroperasi.

SPPG Sorong Moisegen Klasof merupakan satu dari tiga SPPG 3T di Kabupaten Sorong. Setelah diaktivasi, SPPG tersebut direncanakan melayani sekitar 700 penerima manfaat di wilayah sekitarnya.

"Kami datang langsung untuk memastikan SPPG ini benar-benar siap. Jangan hanya mengejar cepat beroperasi, tetapi kualitas makanan, keamanan pangan, kebersihan dapur, dan pelayanan kepada penerima manfaat juga harus terjamin. Tidak ada toleransi pada keamanan makanan anak," tegas Zulhas.

Menko Pangan juga meminta SPPG memperhatikan kebutuhan gizi kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, selain anak sekolah. Penggunaan bahan pangan lokal yang berkualitas dan aman juga perlu dioptimalkan agar pelaksanaan MBG sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat dan produsen pangan di sekitar SPPG.

Menurutnya, kondisi geografis tidak boleh menjadi penghalang bagi masyarakat untuk memperoleh pelayanan gizi yang layak. Karena itu, pemerintah terus mendorong pelaksanaan MBG agar menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan, termasuk mereka yang tinggal jauh dari pusat kota.

"Justru daerah-daerah seperti inilah yang harus kita dahulukan. Negara harus hadir sampai ke tempat yang jauh," tutupnya.

Pemerintah melalui Tim Koordinasi Nasional akan terus mempercepat aktivasi SPPG di wilayah 3T dengan tetap memastikan kesiapan operasional, keamanan pangan, dan kualitas pelayanan. Langkah ini diharapkan dapat memperluas manfaat Program MBG sekaligus meningkatkan kualitas gizi masyarakat di daerah yang selama ini menghadapi keterbatasan akses terhadap pangan bergizi.

Simak juga Video 'BGN Usul Pecat Kepala SPPG Buntut 512 Santri Keracunan MBG di Sidoarjo':

(ega/ega)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |