Makassar - Andi Angga Sadewa (33) asal Makassar, Sulawesi Selatan, menjadi salah satu dari sembilan WNI yang bergabung dalam misi kemanusiaan Sumud Flotilla 2026. Orang tua menceritakan momen komunikasi terakhir sebelum Andi Angga ditangkap pasukan Israel.
"Waktu putus kontak saya itu jam 3 sore (Senin, 18 Mei), sudah centang 1 WhatsApp-nya. Dan itu saya mulai curiga di situ, saya sudah khawatir," ujar ibu Angga, Sutrawati Kaharuddin (52), kepada wartawan di rumahnya di Jalan Yusuf Dg Ngawing, dilansir detikSulsel, Rabu (20/5/2026).
Sutrawati mengatakan anaknya berangkat menuju Gaza dari Turki melalui Pelabuhan Marmaris bersama puluhan kapal lainnya. Anaknya bersama sejumlah warga negara Indonesia (WNI) lainnya diduga diintersep pasukan Israel dalam perjalanan laut menuju Gaza.
"Anak saya itu kan berangkat ke Gaza lewat jalur laut dari Turki di Marmaris (Cruise Port). Terus ada 56 kapal, infonya begitu, 56 kapal. Di perjalanan itu sebelum sampai di 250 mil dari laut itu, itu ada di-ini (ditangkap) sama zionis Israel," katanya.
Sutrawati mengaku komunikasi terakhir dengan Angga hanya berisi pesan agar anaknya terus beristigfar dan mendekatkan diri kepada Allah selama perjalanan. Menurutnya, Angga masih sempat membalas pesan sebelum akhirnya tak bisa dihubungi.
"Saya bilang Kakak (Angga) bahwa Bunda khawatir, Kakak hati-hati di sana, istigfar terus. Biasanya kan dia jawab, selalu jawab 'terima kasih Bunda'. Tapi itu sudah tidak ada lagi jawabannya, waktu itu sudah centang satu WhatsApp-nya," jelas Sutrawati.
Sutrawati menyebut Angga sebelumnya telah memberi pesan kepada adiknya jika sewaktu-waktu tidak bisa dihubungi. Angga bersama WNI lainnya dalam rombongan misi kemanusiaan telah mengantisipasi kemungkinan terburuk selama perjalanan kemanusiaan tersebut.
"Dia bilang, nanti sampaikan ke Bunda ya kalau ini (ada video) jangan kaget. Kalau sudah tidak bisa dihubungi berarti saya sudah buang HP, dia buang ke laut HP-nya," ujarnya.
Sebelum anaknya dinyatakan ditangkap zionis Israel, Sutrawati mengaku sempat mencari informasi saat merasa cemas terhadap kondisi anaknya yang hilang kabar. Kekhawatirannya terbukti dengan beredarnya kabar adanya kapal yang diintersep sebelum video Angga beredar.
"Saya buka Global Sumud Flotilla gitu, sudah ada yang diintersep. Sudah, mungkin ini anak saya. Tidak lama muncul itu video-videonya," katanya.
Baca selengkapnya di sini (idh/dhn)


















































