Jakarta - J&T Express telah merilis Laporan Environmental, Social and Governance (ESG) 2025 secara global. Laporan ini menguraikan secara komprehensif pencapaian perusahaan di bidang operasi cerdas, manajemen energi, perlindungan hak karyawan, hingga tanggung jawab sosial.
Melalui laporan ini, J&T Express menegaskan komitmennya mengintegrasikan langkah-langkah keberlanjutan ke dalam jaringan logistik global sekaligus mendorong pertumbuhan berkualitas tinggi.
Chief Financial Officer J&T Express Dylan Tey menegaskan ESG bukan sekadar konsep, melainkan sudah menjadi bagian integral dari operasional perusahaan.
Sepanjang tahun terakhir, J&T Express secara konsisten mendorong transformasi transportasi rendah karbon serta penguatan tata kelola model kerja baru, termasuk melalui pengembangan solusi logistik berkelanjutan dan inisiatif algorithm negotiation mechanisms yang terdepan di industri.
"Ke depan, kami akan terus mengoptimalkan pemanfaatan teknologi dan memperkuat tata kelola ESG serta transparansi, guna mendorong pertumbuhan berkelanjutan dan menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan," ujar Dylan dalam keterangan tertulis, Rabu (20/5/2026)
Dorong Operasi Hijau dan Efisiensi Energi
Sepanjang 2025, J&T Express menerapkan smart logistic dan transformasi energi dengan memanfaatkan artificial intelligence (AI) dan big data di seluruh rantai operasional. Strategi ini berdampak positif pada optimalisasi rute, efisiensi penyortiran, dan penguatan layanan last-mile.
Perusahaan juga memperluas jaringan global melalui pembangunan 14 kawasan logistik inti dengan total luas 1,05 juta meter persegi. Infrastruktur diperkuat dengan penggunaan lebih dari 150.000 permanent magnet synchronous motorized rollers dan lebih dari 400 conveyor hemat energi.
Inisiatif green packaging turut diperluas. Sebanyak 38,27 juta kantong transit reusable telah digunakan hingga 3,33 miliar kali.
Di sektor transportasi rendah karbon, J&T Express terus mendorong penggunaan armada yang lebih hijau dan terelektifikasi. Di China, jumlah truk LNG mencapai 1.697 unit atau 30% dari total armada. Filipina menggunakan 100% biodiesel B5, sementara Singapura mengoperasikan 6% truk listrik.
Hingga akhir 2025, J&T Express juga telah mengoperasikan lebih dari 1.000 kendaraan otonom. Selain itu, J&T Express juga memperkuat pemanfaatan transportasi kereta api dan laut untuk meningkatkan efisiensi.
Perlindungan Karyawan dan Pengembangan Talenta
J&T Express memperkuat komitmen menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan setara. Di China, implementasi Platform Algorithm and Labor Rules Agreement 2025 menjadi tonggak penting, mencakup lebih dari 290.000 pekerja. Kesepakatan ini menitikberatkan pada perlindungan upah, pengembangan karier, dan transparansi algoritma bagi pekerja di era ekonomi digital.
Di sisi pengembangan talenta, jumlah kursus pada platform pelatihan digital meningkat 60% sepanjang 2025, dengan total jam pelatihan tumbuh hingga 2,8 kali lipat. Lebih dari 27.000 sesi pelatihan keselamatan diselenggarakan secara global, menjangkau lebih dari 1,4 juta partisipan.
Tanggung Jawab Sosial dan Mendukung Pembangunan Komunitas
J&T Express memperkuat komitmen sosial melalui berbagai inisiatif di bidang pemberdayaan masyarakat, pendidikan, dan bantuan pascabencana. Di Chongqing, China, perusahaan untuk pertama kalinya memanfaatkan drone untuk mendukung pengumpulan dan distribusi jeruk di wilayah pegunungan, dengan kapasitas angkut hingga 10 ton per hari, sehingga membantu menekan biaya tenaga kerja bagi petani. Di Thailand, J&T Express juga bekerja sama dengan Department of Agricultural Extension untuk menghadirkan layanan logistik buah segar guna mendorong distribusi hasil pertanian yang lebih efisien.
Dalam penanganan bencana, J&T Express terlibat dalam berbagai upaya bantuan di berbagai negara. Pasca kebakaran di Tai Po, Hong Kong, perusahaan segera menyalurkan donasi sebesar HK$10 juta serta mendistribusikan 300 paket kebutuhan pokok ke lokasi pengungsian.
Sementara itu, dalam merespons banjir di Provinsi Aceh, Indonesia, J&T Express Indonesia mengerahkan penerbangan khusus untuk mengirimkan 13 ton bantuan ke wilayah terdampak, sebagai bagian dari upaya mendukung pemulihan masyarakat.
Dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-10, perusahaan membagikan makan gratis kepada lebih dari 26 ribu penerima di 26 titik se-Indonesia serta mendistribusikan 1.000 paket sembako di Padang, Makassar, Surabaya, Pontianak, dan Jayapura.
Melalui Program J&T Antar Inspirasi, perusahaan memberikan apresiasi pendidikan kepada 10 siswa terpilih masing-masing senilai Rp 100 juta, melatih lebih dari 40 guru di Sulawesi Tengah, serta menyalurkan lebih dari 600 buku bacaan dan pelatihan manajemen perpustakaan di SDN 02 Mola Utara, Wakatobi.
Tata Kelola dan Kepatuhan Global
J&T Express memperkuat tata kelola global melalui kombinasi pengawasan terpusat di tingkat grup dan implementasi di level anak perusahaan. Kerangka ini mencakup aspek anti-korupsi, persaingan sehat, kepatuhan rantai pasok, hingga perlindungan rahasia dagang sebagai fondasi operasional yang berkelanjutan.
Sepanjang periode pelaporan, seluruh direksi dan manajemen senior telah mengikuti pelatihan anti pencucian uang, pencegahan pendanaan terorisme, dan anti-korupsi dengan tingkat partisipasi 100%. Di saat yang sama, pelatihan integritas juga menjangkau lebih dari 89.000 karyawan, dengan standar kepatuhan yang turut diperluas ke seluruh rantai pasok. (akn/ega)


















































