KKP Dorong Implementasi Gaya Hidup Sehat dengan 'Fish for Fit'

7 hours ago 4

Jakarta -

Kementerian Kelautan dan Perikanan RI (KKP) mendorong gaya hidup sehat ke masyarakat melalui kampanye 'Fish for Fit' yang bertujuan menjadikan produk perikanan sebagai asupan nutrisi. Aksi perdana kampanye 'Fish for Fit' dimulai KKP dengan menggandeng tim Body Fit menggelar hybrid competition di Jakarta, yang diikuti 30 pasang peserta dari kalangan fitness enthusiast.

Hybrid competition adalah kompetisi yang menggabungkan kekuatan, daya tahan, dan strategi latihan, memanfaatkan euforia olahraga berbasis performa seperti HYROX yang tengah populer di kalangan generasi muda perkotaan. Sebanyak 30 pasang peserta unjuk kekuatan dan kekompakan dalam ajang tersebut.

Staf Khusus (Stafsus) Menteri KKP Bidang Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Publik Doni Ismanto Darwin mengungkapkan dalam beberapa tahun terakhir, lanskap gaya hidup generasi muda Indonesia mengalami pergeseran yang nyata di mana semakin banyak kelompok ini memilih bangun pagi untuk berlari, menghabiskan waktu di pusat kebugaran, atau mengikuti kelas olahraga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Olahraga hanyalah satu sisi dari gaya hidup sehat. Asupan nutrisi menjadi fondasi utama yang menentukan hasil dari setiap aktivitas fisik. Tubuh yang aktif membutuhkan keseimbangan antara karbohidrat sebagai sumber energi, lemak sebagai cadangan dan regulator, serta protein sebagai komponen utama pembentukan dan pemulihan otot," ulas Doni, dalam keterangan tertulis, Minggu (19/4/2026).

"Tanpa asupan nutrisi yang tepat, aktivitas fisik tidak akan memberikan hasil optimal. Dalam setiap 100 gram sajian, ikan-ikan tersebut mengandung sekitar 20 gram protein, menjadikannya pilihan ideal untuk memenuhi kebutuhan protein harian," sambungnya.

Dikatakannya, dalam konteks ini, protein memegang peran yang sangat penting. Sayangnya, perbincangan tentang protein di ruang publik sering kali didominasi oleh sumber-sumber tertentu, seperti daging merah, ayam, atau suplemen protein instan.

"Padahal, Indonesia memiliki sumber protein alami yang melimpah, berkualitas tinggi, dan lebih ramah bagi tubuh yakni ikan," kata Doni.

Doni menjelaskan ikan merupakan sumber protein dengan kualitas biologis tinggi yang mudah diserap tubuh, dengan kandungan lemak jenuh yang lebih rendah dibandingkan daging merah. Kandungan asam lemak omega-3 pada ikan berperan penting dalam menjaga kesehatan jantung, mengurangi peradangan, dan mendukung fungsi otak.

"Semua ini nutrisi yang sangat dibutuhkan oleh individu yang aktif berolahraga untuk mempercepat pemulihan otot dan menjaga performa tubuh," ungkapnya.

Keunggulan lain ikan terletak pada fleksibilitas pengolahannya. Ikan sangat adaptif terhadap gaya hidup sehat modern: bisa dipanggang, dikukus, atau ditumis ringan dengan sedikit minyak sehingga kandungan nutrisinya tetap terjaga. Menu seperti grilled tuna, pepes ikan, atau sup ikan bening adalah contoh sederhana bagaimana ikan dapat diintegrasikan dalam pola makan sehari-hari tanpa kehilangan cita rasa.

Masyarakat tidak lagi sekadar makan untuk kenyang, tetapi mulai memperhitungkan nilai gizi, komposisi nutrisi, dan dampaknya terhadap kesehatan jangka panjang. Dalam lanskap baru ini, ikan memiliki semua prasyarat untuk menjadi pilihan utama: bergizi tinggi, mudah diolah, terjangkau, dan berkelanjutan.

"'Fish for Fit' tidak hanya hadir sebagai pesan komunikasi, tetapi juga sebagai aktivasi nyata. Jika olahraga telah menjadi gaya hidup, maka sudah saatnya ikan menjadi standar baru sumber protein kita," kata Doni.

"Bukan sekadar pilihan sehat, tetapi fondasi bagi generasi Indonesia yang lebih kuat, lebih produktif, dan lebih berdaya saing. Ayo makan ikan!," sambungnya.

Ragam produk perikanan tinggi protein turut dipamerkan di area kompetisi. Mulai dari olahan ikan tilapia, produk-produk perikanan fillet seperti tuna, kakap, dan kerapu.

Semuanya dikenalkan secara lengkap dengan metode olahan dan kandungan nutrisinya. Para peserta juga bisa langsung mencicipi produk olahan ikan tilapia crispy.

"Antusiasme peserta yang tinggi menunjukkan bahwa kolaborasi antara olahraga dan edukasi gizi berbasis produk perikanan memiliki daya tarik tersendiri dan relevan dengan tren gaya hidup saat ini," ungkap Direktur Pemasaran Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP Erwin Dwiyana.

Kegiatan ini, sambung Erwin, bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya para pecinta olahraga, mengenai pentingnya protein ikan sebagai sumber nutrisi unggul yang berperan dalam mendukung pertumbuhan dan pemulihan massa otot.

"Di samping itu, ini menjadi sarana promosi yang efektif dalam memperluas akses pasar, khususnya pada segmen premium," ungkap Erwin.

Data menunjukkan konsumsi ikan masyarakat Indonesia mencapai lebih dari 26,04 kilogram (kg) per kapita per tahun pada 2025. Angka ini menunjukkan tren positif, namun masih memiliki ruang untuk terus ditingkatkan guna mendukung ketahanan pangan dan pemenuhan gizi nasional.

Salah satu peserta Fina Phillipe mengungkapkan antusiasmenya mengikuti 'Fish for Fit' karena kompetisi ini tak hanya membutuhkan kekuatan dan kekompakan tim, tapi juga strategi. Para peserta rata-rata punya kekuatan fisik yang mumpuni, sehingga memacu dirinya untuk memberikan yang terbaik dalam setiap sesi kompetisi.

"Acaranya seru banget, partisipannya pun serius dan kompetitif sekali. Ini tuh pas banget untuk saya menuju kompetisi selanjutnya," ujar Fina.

Fina menambahkan dirinya mendapat banyak edukasi soal produk perikanan selama kegiatan berlangsung. Selama ini, Fina merupakan penggemar berat ikan tuna untuk memenuhi kebutuhan proteinnya.

"Untuk kebutuhan protein aku selalu mengonsumsi ikan tuna. Tadi juga ada edukasi ikan tilapia, yang ternyata proteinnya juga tinggi banget," kata Fina.

"Ini keren banget sih," sambungnya.

Sebagai informasi, rangkaian hybrid race competition 'Fish for Fit' turut didukung para sponsor yakni Regal Springs Indonesia, PT Intimas Surya, PT Harta Samudera, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk.

(akd/ega)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |