RI Berduka 1 Tentara UNIFIL Asal Prancis Tewas: Hormati Gencatan Senjata

6 hours ago 3

Jakarta -

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyampaikan belasungkawa atas tewasnya seorang tentara Prancis di Lebanon yang merupakan bagian dari misi perdamaian Perserikatan Bangsa-bangsa (UNIFIL). Kemlu menegaskan serangan yang terjadi di masa gencatan senjata tak bisa diterima.

"Pemerintah Indonesia menyampaikan belasungkawa dan simpati yang mendalam kepada Pemerintah dan rakyat Prancis atas gugurnya peacekeepers Prancis dan beberapa lainnya mengalami luka-luka dalam insiden terhadap UNIFIL pada tanggal 18 April 2026," bunyi keterangan Kemlu RI dilihat pada laman X resminya, Minggu (19/4/2026).

Pemerintah Indonesia meminta semua pihak menahan diri dan menjunjung hukum internasional. Kemlu menekankan tak boleh ada pelanggaran dalam gencatan senjata yang memperburuk konflik ke depannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Serangan yang terjadi di tengah kesepakatan gencatan senjata selama 10 hari merupakan hal yang tidak dapat diterima. Seluruh pihak harus menahan diri, menghormati kedaulatan negara dan menjunjung tinggi hukum internasional, termasuk hukum humaniter internasional," ujar Kemlu.

"Negosiasi yang tengah berlangsung dan gencatan senjata harus dihormati sepenuhnya, serta tidak dilanggar dengan tindakan kekerasan yang akan berisiko memperburuk eskalasi dan membahayakan keselamatan personel di lapangan," sambungnya.

Kemlu menegaskan pasukan perdamaian tak boleh jadi sasaran penyerangan. Aksi tersebut, lanjutnya, sama saja seperti kejahatan perang.

"Indonesia terus menyampaikan kekhawatirannya dengan adanya serangan terus menerus terhadap UNIFIL. Pasukan pemelihara keamanan tidak boleh menjadi sasaran serangan; aksi tersebut dapat dianggap sebagai kejahatan perang," katanya.

Indonesia menyampaikan solidaritas bersama bangsa Prancis. RI disebut terus berkomitmen dalam menjaga perdamaian dunia.

"Indonesia menyatakan solidaritas bersama Prancis dan negara-negara kontributor pasukan lainnya. Indonesia kembali menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat pelindungan bagi pasukan perdamaian PBB, sebagaimana tercermin dalam Pernyataan Bersama tentang Keselamatan dan Keamanan Personel PBB pada 9 April 2026," ungkapnya.

Diketahui, tentara Prancis yang tergabung sebagai pasukan sementara perdamaian Perserikatan Bangsa-bangsa (UNIFIL) di Lebanon tewas. Hal tersebut diumumkan langsung oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Dilansir CNN, Sabtu (18/4/2026), Macron menyebut nama tentara tersebut yakni Florian Montorio dari Resimen Insinyur Parasut ke-17. Sementara tiga tentara lainnya terluka.

Macron mengatakan bahwa "semuanya menunjukkan bahwa tanggung jawab atas serangan ini terletak pada Hizbullah". Ia menuntut agar pihak berwenang Lebanon segera menangkap para pelaku.

(dwr/imk)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |