Jakarta -
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berkelar dimarahi oleh ARMY penggemar grup musik asal Korea Selatan BTS, soal keinginan jadikan Jakarta International Stadium (JIS) sebagai lokasi konser. Pramono kini bersedia mengalah jika konser grup musik tersebut digelar di Gelora Bung Karno (GBK).
Hal itu dikatakan Pramono saat menghadiri acara Halal Bi Halal bersama Ikatan Orang Tua Mahasiswa ITB di Jakarta Selatan, Minggu (19/4/2026). Awalnya Pramono menyebut akan ada konser dari grup band besar di Jakarta.
"Di tahun ini akan ada beberapa konser besar ada Guns N' Roses, kemudian Metallica, ada The Weeknd, tapi yang ini saya nggak berani ngomong," kata Pramono dalam paparannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pramono pun cerita keinginannya agar BTS bisa konser di JIS. Namun, Pramono mengatakan sempat 'diserang' ARMY gegara keinginannya itu.
"Karena kemarin saya bilang saya mau BTS-nya main di JIS, waduh ARMY-nya marah semua sama saya. Dan anak saya juga ARMY kebetulan 'Udah lah bapak biar mainnya di GBK aja,'. Kali ini saya ngalah kalau main di GBK juga nggak apa-apa," sebutnya.
Lebih lanjut, Pramono menuturkan tidak akan lagi berkomentar soal lokasi konser BTS di Jakarta. Dia membebaskan sepenuhnya untuk lokasi konsernya.
"Anak saya juga ARMY, sampai saya bangun tidur diketok pintu saya 'Dad, ngapain ngurusin ARMY? Sudahlah biar yang ARMY bisa menikmati'. Saya bilang 'oke deh mulai hari ini Bapakmu tidak statement lagi'. Jadi menyerahkan kepada Gusti Allah," ujarnya.
Sebelumnya saat membuka acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah tahun 2027 di Balai Kota Jakarta, Kamis (16/4), Pramono menyebut tengah memperjuangan JIS sebagai lokasi konser BTS. Ada dua kemungkinan, konser BTS digelar di JIS atau Gelora Bung Karno (GBK).
"Yang saya belum berhasil itu betul-betul saya pengen BTS main di sana (JIS). Ini lagi fight untuk apakah di JIS atau di GBK," kata Pramono.
"Ya walaupun dua-duanya di Jakarta, tapi saya pengen banget apa GBK apa JIS itu mendapatkan tantangan kalau bagaimana kalau BTS main di sana," tambahnya.
Menurutnya, menghadirkan konser artis internasional menjadi bagian dari upaya menjadikan Jakarta sebagai kota global. Ia menilai kegiatan berskala internasional mampu mendongkrak daya tarik Jakarta, tidak hanya sebagai kota bisnis, tetapi juga destinasi wisata.
Pramono menuturkan tren kunjungan ke Jakarta saat ini menunjukkan peningkatan durasi tinggal wisatawan. Jika sebelumnya rata-rata hanya sekitar 1-1,5 hari, kini meningkat menjadi hampir 3 hari.
"Kenapa itu terjadi? Karena mereka merasa bahwa di Jakarta bukan semata-mata kota bisnis tetapi juga menjadi kota wisata. Bahkan wisatanya yang utama itu sekarang adalah wisata belanja," imbuhnya.
(ial/idn)


















































