Jakarta - Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Agus Suryonugroho menegaskan pentingnya penyelesaian persoalan kendaraan Over Dimension dan Overload dalam sistem lalu lintas dan angkutan jalan nasional. Menurutnya, persoalan Over Dimension dan Overload bukan hanya berkaitan dengan pelanggaran hukum, tetapi juga menyangkut keselamatan, ekonomi, hingga transformasi logistik nasional.
Irjen Agus menilai pendekatan terhadap persoalan Over Dimension dan Overload tidak semata-mata mengedepankan penegakan hukum, melainkan mempertimbangkan berbagai aspek lain yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat dan dunia usaha.
"Kami tidak mengedepankan penegakan hukum, karena berkaitan dengan Over Dimension dan Overload adalah bukan hanya aspek penegakan hukum. Di sana ada aspek ekonomi, ada fiskal, ada transformasi yang berkeselamatan dan lain sebagainya," ujar Irjen Agus, Rabu (20/5/2026).
Irjen Agus menyampaikan, Korlantas Polri akan terus berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Aptrindo, serta mengharapkan dukungan semua pihak demi mewujudkan keselamatan dan menciptakan transformasi angkutan logistik yang aman serta ramah.
"Korlantas Polri akan berkolaborasi kepada siapapun, termasuk kepada teman-teman Aptrindo. Kami mohon dukungan karena apapun yang kita lakukan ini adalah demi keselamatan. Termasuk juga bagaimana kita bisa menciptakan angkutan transformasi logistik ini yang berkeselamatan dan ramah," ucap Kakorlantas Polri.
Lebih lanjut, ia menegaskan, upaya transformasi logistik nasional harus segera diwujudkan demi menekan angka kecelakaan lalu lintas yang masih tinggi di Indonesia.
"Kami tidak membongkar efek daripada Over Dimension dan Overload, tetapi sudah saatnya kita harus mewujudkan transformasi yang ramah, transformasi logistik yang berkeselamatan," jelasnya.
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Agus Suryonugroho Foto: (Dok Istimewa)
Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho S.H., M.Hum, mengungkapkan, sepanjang tahun 2025 jumlah kecelakaan lalu lintas di Indonesia masih sangat tinggi dengan korban meninggal dunia mencapai puluhan ribu orang.
"Ini lebih penting, karena saya ingat bahwa tahun 2025, peristiwa kecelakaan itu hampir 152.000 peristiwa. Termasuk juga korban fatalitas, korban meninggal dunia hampir sekitar 25.000," tutur Kakorlantas Polri.
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Agus Suryonugroho Foto: (Dok Istimewa)
Karenanya, Kakorlantas Polri mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mendukung langkah menuju Indonesia bebas Over Dimension dan Overload melalui integrasi data, edukasi, hingga penegakan hukum yang terukur.
"Mari kita sama-sama merumuskan menuju Indonesia bebas dari Over Dimension dan Overload yang blueprintnya sedang berjalan baik dari Hulu ke hilir, dan kami pada prinsipnya akan siap melakukan penegakan hukum. Rangkaian-rangkaian kegiatan integrasi data, upaya-upaya dari Kementerian dan edukasi sudah dilakukan," pungkasnya. (rdp/hri)


















































