Daftar Saham Gocap, Pekan Depan Investor Tak Lagi Nyangkut

2 hours ago 4

Gelson Kurniawan,  CNBC Indonesia

23 September 2026 15:40

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Efek Indonesia (BEI) akan menurunkan harga minimum saham di pasar reguler dan pasar tunai dari Rp50 menjadi Rp1 per lembar mulai Senin (28/9/2026).

Perubahan ini membuka kemungkinan saham yang selama ini bertahan di Rp50 bergerak ke harga lebih rendah melalui mekanisme perdagangan tersebut.

Menjelang aturan berlaku, penyisiran harga pada Rabu (23/9/2026) pukul 14.00 WIB menemukan 49 saham tercatat dengan harga yang ditampilkan tepat di Rp50.

Daftar berikut memakai nama emiten yang dicocokkan dengan data BEI. Harga dalam tabel merupakan snapshot, sehingga pembaca perlu memeriksa lagi kuotasi terbaru sebelum mengambil keputusan transaksi.

Deretan saham di harga gocap itu berpotensi menjadi sorotan menjelang penerapan batas minimum Rp1. Selama ini, Rp50 menjadi batas bawah harga saham di pasar reguler dan pasar tunai. Ketika batas tersebut berubah, pasar akan memiliki ruang lebih luas untuk membentuk harga berdasarkan permintaan dan penawaran.

Meski demikian, perubahan aturan bukan berarti seluruh saham dalam daftar akan langsung turun di bawah Rp50. Sebagian bisa tetap bertahan di gocap, sementara saham lain dapat bergerak setelah muncul transaksi. Harga yang rendah juga tidak otomatis berarti valuasi emitennya murah.

Investor perlu memperhatikan status perdagangan masing-masing saham. Beberapa emiten dalam tabel sedang disuspensi, sehingga harga Rp50 yang tercantum merupakan harga terakhir yang ditampilkan dan belum tentu dapat ditransaksikan. Sebelum memasang order, periksa kembali harga terbaru, status suspensi, dan pengumuman resmi BEI untuk ticker yang dituju.

-

Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(gls/gls)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |