Banjir di Kebon Pala Jaktim Capai 1,7 Meter, Brimob Evakuasi Anak-Lansia

4 days ago 5

Jakarta -

Banjir merendam kawasan Kebon Pala, Kampung Melayu, Jakarta Timur dengan ketinggian air mencapai 1,7 meter. Dalam bencana banjir ini, personel Satuan Brimob Polda Metro Jaya turut membantu dalam proses evakuasi warga.

Brimob Polda Metro Jaya mengerahkan puluhan personel dari Tim SAR Batalyon B Pelopor yang dipimpin Ipda Hermansyah. Proses evakuasi berlangsung sejak pagi hari.

"Dalam situasi tersebut, Tim SAR Brimob mengevakuasi warga terdampak, terdiri dari satu orang lanjut usia, tiga anak-anak, dan satu ibu hamil, guna memastikan keselamatan mereka dari risiko banjir," ujar Komandan Satuan Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Henik Maryanto kepada wartawan, Jumat (30/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain membantu proses evakuasi, Henik menyebut personel Brimob juga melakukan pengecekan wilayah terdampak serta memberikan bantuan kepada masyarakat yang masih bertahan di sekitar lokasi banjir. Hingga saat ini, aktivitas warga masih terganggu akibat tingginya genangan air, namun tidak ditemukan adanya korban jiwa maupun kerusakan infrastruktur.

Banjir di Kebon Pala Jaktim, Brimob evakuasi lansia hingga anak-anakFoto: Banjir di Kebon Pala Jaktim, Brimob evakuasi lansia hingga anak-anak, Jumat (30/1/2026). (dok. Polda Metro)

Henik pun menyampaikan bahwa kehadiran Brimob di tengah masyarakat merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kemanusiaan saat bencana.

"Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Personel Brimob akan terus bersiaga dan hadir membantu warga sampai situasi benar-benar aman," tutur Henik.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan kehadiran personel Brimob di tengah pemukiman yang terendam banjir adalah wujud nyata dari pengabdian Polri untuk kemanusiaan.

"Tujuannya untuk memberikan rasa aman dan menjamin keselamatan nyawa masyarakat," kata Budi.

Selain evakuasi, personel kami juga membantu mengamankan aset-aset milik warga yang ditinggalkan mengungsi agar terhindar dari potensi tindak kriminalitas selama musibah berlangsung.

(mea/dhn)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |