Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah bertemu dengan pihak Morgan Stanley Capital International (MSCI) bersama regulator pasar modal lainnya seperti Bursa Efek Indonesia (BEI), dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).
Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pengawas aset kripto yang saat ini juga merangkap sebagai pengawas pasar modal, Hasan Fawzi menyampaikan, permintaan MSCI selaras dengan 8 program rencana aksi industri pasar modal yang akan dilakukan.
"Dari 8 rencana aksi khususnya terkait dengan kluster transparansi, yang terkait dengan pengungkapan ultimate beneficial ownership dan juga terkait dengan likuiditas untuk mendorong peningkatan free float sebagai kebijakan baru di pasar modal kita," ujarnya di gedunh Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, dikutip Selasa (3/2/2026).
Hasan mengatakan, OJK bersama regulator pasar modal lainnya telah mengajukan proposal solusi yang pada prinsipnya menjawab keseluruhan fokus utama dan isu yang diangkat oleh MSCI.
"Kami sudah memiliki rencana untuk melakukan pemenuhan atas semua isu yang terkait," ucapnya.
Hasan merincikan, terkait dengan pengungkapan atas kepemilikan pemegang saham, regulator pasar modal berkomitmen akan melakukan keterbukaan kepemilikan dengan porsi yang lebih kecil. Selama ini, pengungkapan kepemilikan saham hanya dilakukan pada pemegang saham diatas 5%.
"Kita komitmen untuk dapat dilakukan untuk kepemilikan saham diatas bahkan 1%," imbuhnya.
Selanjutnya, regulator pasar modal akan memberikan keterangan yang lebih merinci terkait klasifikasi investor pada data yang selama ini dikelola oleh KSEI.
"Yang kita ketahui saat ini terbatas hanya di 9 tipe investor utama tapi nanti akan dirinci menjadi 27 sub-tipe investor yang akan lebih memunculkan klarifikasi dan juga kredibilitas pengungkapan beneficial ownership dari pemilikan saham tersebut," jelasnya.
Terkahir, regulator pasar modal telah menyampaikan proposal terkait rencana kenaikan free float dari pengaturan saat ini di minimum 7,5% menjadi 15%. "Yang tentu pelaksananya akan dilakukan secara bertahap dan dilakukan bersama seluruh pelaku dalam hari ini," ungkapnya.
Hasan menambahkan, diskusi pada pertemuan itu berlangsung dengan sangat baik dan selanjutnya akan dilakukan kembali pembahasan di level pertemuan di tingkat teknis.
"Bahkan dari pihak MSCI menyediakan diri untuk memberikan guidance pada saat menjelaskan bagaimana metodologi dan cara perhitungan yang akan mereka lakukan pada akhirnya," tutupnya.
(fsd/fsd)
[Gambas:Video CNBC]


















































