Jakarta, CNBC Indonesia - CEO Google Sundar Pichai berbicara soal masa depan AI. Salah satunya terkait kebangkitan agen AI, yang memiliki kemampuan untuk menangani tugas yang lebih spesifik.
Pichai menjelaskan perlu melakukan transparansi dan kontrol pengguna dalam pengembangannya, dikutip dari Geeky Gadgets, Kamis (21/5/2026).
Agen AI menawarkan solusi yang dipersonalisasi dan menyederhanakan tugas sehari-hari. Geeky Gadgets menjelaskan sistem didesain melakukan aktivitas berulang secara otomatis, memberikan wawasan kontekstual, dan meningkatkan produktivitas.
Beberapa aktivitas yang bisa dilakukan seperti menyusun email, menganalisis kumpulan data yang kompleks, atau mengelola jadwal harian Anda, hingga bisa menjelajahi browser secara mandiri.
AI juga berkembang menjadi sumber terbuka dan berpemilik. Kemunculan model AI sumber terbuka berasal dari China, dan makin populer karena adanya kemampuan adaptasi, efektivitas biaya dan aksesibilitas.
Model-model tersebut menyediakan akses luas ke AI. Jadi pengguna bisa lebih banyak memanfaatkan kemampuannya.
Untuk model berpemilik biasanya unggul dalam inovasi, menawarkan fitur canggih, dan kinerja superior.
Pichai menegaskan inovasi Amerika Serikat (AS) harus mempertahankan keunggulan kompetitif di bidang ini.
Sementara opsi mana yang baik antara sumber terbuka dan tidak bergantung pada beberapa faktor. Mulai dari keandalan, keamanan dan kemampuan memenuhi kebutuhan pengguna.
Selain itu, Pichai juga menyinggung Artificial General Intelligence (AGI). Teknologi itu menawarkan potensi melakukan tugas di sejumlah bidang dengan kecerdasan seperti manusia, di sisi lain AGI juga menghadirkan tantangan etika dan sosial.
Pichai mengatakan untuk melakukan pendekatan yang hati-hati dan kolaboratif dalam pengembangan AGI. Selain itu juga menekankan kerja sama antara perusahaan, pemerintah dan lembaga peneltiian.
(dem/dem)
Addsource on Google

















































