TNI AD Kirim Starlink hingga Toren untuk Penanganan Dampak Gempa di NTT

1 day ago 5

Jakarta -

KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak mengatakan TNI AD mengirimkan sejumlah logistik untuk warga terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Logistik yang dikirim Starlink hingga toren air.

"Oh semua, ya sudah berjalan. Dari semua angkatan, kementerian sudah kirim logistik. Dari Angkatan Darat perlu ada komunikasi, kita kirim Starlink," kata Maruli di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Starlink yang dikirim untuk keperluan komunikasi digital sehingga koordinasi penanganan bencana berjalan tepat guna. Maruli mengatakan pihaknya mengirimkan logistik penunjang penanganan bencana.

"Kadang-kadang orang lupa masalah hal kecil, cangkul, sekop, ya. Masalah toren air, itu yang penting. Makanya kami melihat mana yang lain sudah cukup, kami lihat dari sisi lain gitu ya," ujarnya.

Maruli mengatakan belum ada penebalan personel TNI AD untuk penanganan bencana di NTT. Maruli menilai saat ini yang utama adalah mendistribusikan bantuan yang sudah dikirim ke NTT.

"Sementara ini yang dari sana sudah cukup (personel), nggak ada masalah ya. Kita nanti lihat perkembangan. Sekarang kan logistik sudah sampai semua nih, tinggal distribusinya," ucap Maruli.

"Dengan yang tadi saya sampaikan hal-hal yang mereka perlukan. Misalnya nanti toren air, bagaimana Starlink-starlink-nya nyala bisa komunikasi, bagaimana mungkin untuk pembersihannya, cangkul, sekop, alat ini, tangki air. Itu nanti kita siapkan di sana," imbuhnya.

Korban Jiwa Jadi 54 Orang

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto sebelumnya mengonfirmasi jumlah korban meninggal dunia akibat gempa di NTT per hari ini tercatat sebanyak 54 jiwa. Sedangkan pendataan korban luka-luka masih terus berjalan secara dinamis.

Dia pun menginstruksikan pemerintah daerah untuk melakukan pendataan kerusakan secara paralel dan berjenjang tanpa harus menunggu data rampung 100 persen, agar intervensi perbaikan bisa langsung dieksekusi.

"Pendataan rumah masyarakat yang rusak, baik rusak ringan, sedang, maupun berat menjadi prioritas utama kami. Kerusakan fasilitas umum seperti kantor bupati menjadi prioritas berikutnya setelah pemukiman warga terpenuhi," ujar Suharyanto dalam keterangannya.

"Pendataan tidak perlu menunggu selesai semua, begitu ada data valid yang masuk, perbaikan langsung kita proses agar penanganan berjalan lebih cepat," imbuhnya.

Tonton juga video "Potret Pasien RSUD Dirawat di Tenda Darurat Usai Gempa NTT"

(rfs/whn)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |